Uploaded February 2018 | Updated September 2026, 1 week ago
Ilustrasi Perjuangan Untung Surapati
Untung Surapati merupakan budak VOC Belanda dari Bali
1678
Untung surapati dipenjara oleh VOC, namun berhasil kabur dan ikut pemberontakan melawan VOC di Batavia.
1680
Perang Banten antara VOC Belanda dan kesultanan Banten pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa meletus
1683
VOC berhasil meredupkan perlawanan Kesultanan Banten. Pada tahun yang sama, Untung surapati bersiasat menjadi tentara VOC untuk menghindari hukuman.
Untung diberikan pangkat Letnan pribumi oleh Kapten VOC,Johan Ruijs dan memimpin pasukan Bali untuk menjemput penyerahan Pangeran Purbaya, putra Sultan Ageng Tirtayasa.
Setelah menjemput pangeran Purbaya, rombongan Untung bertemu dengan pasukan VOC lain pimpinan Willem Kuffeler.
Willem yang arogan menghina Pangeran Purbaya dengan meminta keris pusakanya dan menyerahkan harta berharganya.
Untung Surapati menasihati Kuffeler agar menghormati Pangeran Purbaya. Percekcokan sengit terjadi antara Untung dan Willem.
Percekcokan berlanjut dengan pertempuran antara pasukan Untung dengan pasukan Willem. 43 Pasukan VOC pimpinan willem dihabisi oleh pasukan Untung.
Untung dan pasukannya kembali menjadi buronan VOC Belanda.
Untung kemudian bergerak dari Kesultanan Cirebon ke Kartasura (Kesultanan Mataram) untuk mengantar istri Pangeran Purbaya, Raden Ayu Gusik Kusuma ke ayahnya, Patih Nerangkusuma.
Maret 1685
Untung Surapati dan Pasukannya tiba di Kartasura, ibukota kesultanan Mataram. Serta menyerahkan Raden Ayu Gusik Kusuma ke ayahandanya Patih Nerangkusuma.
8 Februari 1686
Kapten VOC Belanda, François Tack setelah menyekap Susuhunan Amangkurat II di keratonnya. memimpin pasukannya mengejar Untung Surapati di timur Kartasura.
Namun hal tersebut merupakan pengalihan. 50 Tentara VOC pimpinan Komandan Greving dan sersan Maurits yang menjaga keraton dibunuh oleh pasukann Untung.
Kapten F. Tack yang tertipu bergegas kembali ke keraton.namun pasukan Kapten F.Tack juga mengalami nasib yang sama dengan pasukan VOC sebelumnya.
Kapten F. Tack tewas dibunuh oleh Untung Surapati. 75 Pasukan VOC Belanda dibanisi, sisanya kabur ke Loji VOC dan dikepung oleh pasukan Untung.
20 Maret 1686
Pasukan VOC Belanda di Loji mundur dari Kartasura.
Untung Surapati bersama pasukannya bergerak ke Jawa Timur dan menjadi adipati di Pasuruan atas izin Amangkurat II bergelar Tumenggung Wiranegara.
1697
Persekutuan Untung Surapati (adipati Pasuruan), Gusti Panji Sakti (Raja Kerajaan Buleleng) dan Pangeran Macanapura (Kepangeranan Blambangan) menggulingkan pihak pro-VOC di Blambangan.
November 1703
Amangkurat II meninggal dunia. Terjadi perebutan kekuasaan Kesultanan Mataram antara Amangkurat III dan Pakubuwana I yang dibantu VOC.
1705
Amangkurat III terusir dari Kartasura dan membawa pusaka keraton, Amangkurat III kemudian ikut pemberontakan Untung Surapati di Pasuruan. Patih Nerangkusuma ikut berjuang bersama Untung.
September 1706
Pasukan gabungan VOC dan Pakubuwana I pimpinan Mayor Goovert Knole menyerang pertahanan Untung Surapati dan Amangkurat II di Bangil,Pasuruan.
17 Oktober 1706
Untung Surapati meninggal dalam pertempuran namun kematiannya dirahasiakan.
Perlawan terhadap VOC Belanda dilanjutkan putra putri Untung dan Amangkurat III hingga beberap tahun kedepan.
28 Spetember 1707
VOC Mengirimkan kembali pasukan dipimpin Herman de Wilde, untuk menguasai kembali pasuruan dari putra-putri Untung Surapati.
Pertempuran yang menentukan terjadi di Sangiri antara pasukan VOC dan pasukan Pasuruan, Pasukan Pasuruan berhasil menjepit posisi VOC, namun VOC lambat laun dapat memukul balik.
1708
Amangkurat III dan sebagian putra-putri Untung tertangkap oleh VOC Belanda di Malang dan dibuang ke koloni VOC di Srilanka.
Sumber :
Ann Kumar (1976) Surapati: Man and Legend : a Study of Three Babad Traditions. Brill
Abdul Muis (1950) Surapati.Balai Pustaka
Hermanus Johannes de Graaf (1935) De moord op kapitein François Tack in februari 1686.Leiden University.
Mirnawati (2012) Kumpulan Pahlawan Indonesia Terlengkap. Cerdas Interaktif
Frederik de Haan (1898) Oud Batavia. G. Kolff
video diambil dari :
Arya Penangsang (1983)
Saur Sepuh serial (1993)
Warok Singo Kobra (1982)
Kejayaan Mataram (1999)
Jaka Gledek (1983)
Banteng Mataram (1983)
November 1828 (1979)
Jaka Tingkir (1983)
Walisanga (2003)
Merah Putih 3 - Hati Merdeka (2011)
Max Havelaar (1976)
Cromwell - Gods Executioner (2008)
Slaget vid Lützen 1632 (2012)
Ilustrasi Perjuangan Untung Surapati
Untung Surapati merupakan budak VOC Belanda dari Bali
1678
Untung surapati dipenjara oleh VOC, namun berhasil kabur dan ikut pemberontakan melawan VOC di Batavia.
1680
Perang Banten antara VOC Belanda dan kesultanan Banten pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa meletus
1683
VOC berhasil meredupkan perlawanan Kesultanan Banten. Pada tahun yang sama, Untung surapati bersiasat menjadi tentara VOC untuk menghindari hukuman.
Untung diberikan pangkat Letnan pribumi oleh Kapten VOC,Johan Ruijs dan memimpin pasukan Bali untuk menjemput penyerahan Pangeran Purbaya, putra Sultan Ageng Tirtayasa.
Setelah menjemput pangeran Purbaya, rombongan Untung bertemu dengan pasukan VOC lain pimpinan Willem Kuffeler.
Willem yang arogan menghina Pangeran Purbaya dengan meminta keris pusakanya dan menyerahkan harta berharganya.
Untung Surapati menasihati Kuffeler agar menghormati Pangeran Purbaya. Percekcokan sengit terjadi antara Untung dan Willem.
Percekcokan berlanjut dengan pertempuran antara pasukan Untung dengan pasukan Willem. 43 Pasukan VOC pimpinan willem dihabisi oleh pasukan Untung.
Untung dan pasukannya kembali menjadi buronan VOC Belanda.
Untung kemudian bergerak dari Kesultanan Cirebon ke Kartasura (Kesultanan Mataram) untuk mengantar istri Pangeran Purbaya, Raden Ayu Gusik Kusuma ke ayahnya, Patih Nerangkusuma.
Maret 1685
Untung Surapati dan Pasukannya tiba di Kartasura, ibukota kesultanan Mataram. Serta menyerahkan Raden Ayu Gusik Kusuma ke ayahandanya Patih Nerangkusuma.
8 Februari 1686
Kapten VOC Belanda, François Tack setelah menyekap Susuhunan Amangkurat II di keratonnya. memimpin pasukannya mengejar Untung Surapati di timur Kartasura.
Namun hal tersebut merupakan pengalihan. 50 Tentara VOC pimpinan Komandan Greving dan sersan Maurits yang menjaga keraton dibunuh oleh pasukann Untung.
Kapten F. Tack yang tertipu bergegas kembali ke keraton.namun pasukan Kapten F.Tack juga mengalami nasib yang sama dengan pasukan VOC sebelumnya.
Kapten F. Tack tewas dibunuh oleh Untung Surapati. 75 Pasukan VOC Belanda dibanisi, sisanya kabur ke Loji VOC dan dikepung oleh pasukan Untung.
20 Maret 1686
Pasukan VOC Belanda di Loji mundur dari Kartasura.
Untung Surapati bersama pasukannya bergerak ke Jawa Timur dan menjadi adipati di Pasuruan atas izin Amangkurat II bergelar Tumenggung Wiranegara.
1697
Persekutuan Untung Surapati (adipati Pasuruan), Gusti Panji Sakti (Raja Kerajaan Buleleng) dan Pangeran Macanapura (Kepangeranan Blambangan) menggulingkan pihak pro-VOC di Blambangan.
November 1703
Amangkurat II meninggal dunia. Terjadi perebutan kekuasaan Kesultanan Mataram antara Amangkurat III dan Pakubuwana I yang dibantu VOC.
1705
Amangkurat III terusir dari Kartasura dan membawa pusaka keraton, Amangkurat III kemudian ikut pemberontakan Untung Surapati di Pasuruan. Patih Nerangkusuma ikut berjuang bersama Untung.
September 1706
Pasukan gabungan VOC dan Pakubuwana I pimpinan Mayor Goovert Knole menyerang pertahanan Untung Surapati dan Amangkurat II di Bangil,Pasuruan.
17 Oktober 1706
Untung Surapati meninggal dalam pertempuran namun kematiannya dirahasiakan.
Perlawan terhadap VOC Belanda dilanjutkan putra putri Untung dan Amangkurat III hingga beberap tahun kedepan.
28 Spetember 1707
VOC Mengirimkan kembali pasukan dipimpin Herman de Wilde, untuk menguasai kembali pasuruan dari putra-putri Untung Surapati.
Pertempuran yang menentukan terjadi di Sangiri antara pasukan VOC dan pasukan Pasuruan, Pasukan Pasuruan berhasil menjepit posisi VOC, namun VOC lambat laun dapat memukul balik.
1708
Amangkurat III dan sebagian putra-putri Untung tertangkap oleh VOC Belanda di Malang dan dibuang ke koloni VOC di Srilanka.
Sumber :
Ann Kumar (1976) Surapati: Man and Legend : a Study of Three Babad Traditions. Brill
Abdul Muis (1950) Surapati.Balai Pustaka
Hermanus Johannes de Graaf (1935) De moord op kapitein François Tack in februari 1686.Leiden University.
Mirnawati (2012) Kumpulan Pahlawan Indonesia Terlengkap. Cerdas Interaktif
Frederik de Haan (1898) Oud Batavia. G. Kolff
video diambil dari :
Arya Penangsang (1983)
Saur Sepuh serial (1993)
Warok Singo Kobra (1982)
Kejayaan Mataram (1999)
Jaka Gledek (1983)
Banteng Mataram (1983)
November 1828 (1979)
Jaka Tingkir (1983)
Walisanga (2003)
Merah Putih 3 - Hati Merdeka (2011)
Max Havelaar (1976)
Cromwell - Gods Executioner (2008)
Slaget vid Lützen 1632 (2012)
![Perang Banten vs Belanda
Ilustrasi perang Banten mewalan Belanda (Surosowan)
Setelah belanda-VOC melemahkan kekuatan Kesultanan Banten dengan perang saudara pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1683). Dua abad kemudian kekuatan Banten makin melemah karena politik monopoli dan ikut campurnya Belanda dalam urusan kesultanan Banten, baik politik maupun ekonomi. Namun kesultanan Banten masih memiliki kedaultan terhadap Belanda, meskipun minim. Pada 1808, Belanda dijajah oleh kekaisaran Napoleon Perancis, dan ditunjuklah Marsekal Perancis asal Belanda, Daendels untuk mempersiapkan pulau Jawa dari serangan Inggris. Belanda sejak lama ingin menghilangkan kesultanan Banten karena letaknya yang dekat dengan Batavia (Jakarta) dan menjadi momok bagi kekuasaan Belanda. Namun Belanda dan Banten juga terikat perjanjian serta kekuatan kesultanan Banten belum sepenuhnya pudar. Pada 21 November 1808, Belanda mengirim utusan Pierre Philip Du Puy, ke Sultan Banten Aliyuddin II (Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin) dengan permintaaan yang pasti ditolak Sultan, yaitu menyediakan tenaga kerja rodi untuk pembangunan jalan Groote-Postweg dan pelabuhan baru di Ujung Kulon (yang berarti kerja sampai mati bagi rakyat Banten) serta memindahkan ibukota kesultanan dari Banten ke Anyer (menghilangkan jejak kesultanan yang telah berdiri 3 abad di kota banten), Sultan geram dan menghukum Du Puy. Penolakan dan hukuman terhadap Du Puy dimanfaatkan oleh Daendels yang mengerahkan kekuatan Belanda yang telah bersiaga di Serang untuk menyerang Banten. Rakyat dan tentara kesultanan Banten melawan dengan sengit mempertahankan kota Banten dan benteng-keraton Surosowan dan Kaibon. Pertarungan sengit terjadi hari itu, meriam keraton beradu dengan meriam Belanda. Namun pasukan Belanda lebih banyak dengan persenjataan lebih canggih mengungguli pasukan Banten. Keraton Surosowan beserta kota Banten dihancurkan, hanya bersisa Masjid Agung Banten dan Benteng Speelwijk. Sultan Aliyuddin II beserta keluarganya ditangkap dan dibuang ke Ambon hingga wafat. Pada 22 November 1808, Daendels mengumumkan wilayah kesultanan Banten telah masuk sepenuhnya ke dalam kekuasaan Belanda.
[dari Berbagai Sumber]
Klip diambil dari :
Max Havelaar (1976)
Legend of King Naresuan (2007)
Napoleon (2002)
Davy Crockett (1955)
The LIberator (2013)
1612 (2007)
Legend of Tsunami Warrior (2008)
Glory (1989)
Sharpees Battle (1995)
Legend of Suriyothai (2001)
Waterloo (Documentary)
Alamo Documentary
Bang Rajan 1 & 2
BBC Krakatoa Documentary
Battle of Derne Documentary Perang Banten vs Belanda](https://i.ytimg.com/vi/xRgP3ytgdrA/mqdefault.jpg)
![Sejarah Papua di Nusantara
Ilustrasi Sejarah Papua di Nusantara
+- 700 M -
Papua dan pulau-pulau di sekitarnya menjadi bagian dari jaringan perdagangan zaman kerajaan Sriwijaya dengan komoditas utama burung dan bulu cendrawasih dan Kayu Cendana [2][1]
Raja Sriwijaya, Sri Indrawarman (702–728 M) menghadiakan burung Cendrawasih/burung Jenggi/FengHuang(鳳凰) kepada Kaisar Dinasti Tang di China. [1]
+- 800 M
Pedagang arab, india dan China mulai berdatangan dari maluku dalam rute perdagangan ke China. [4]
Mereka menyebut papua wakwak di Timur (fakfak) dekat dengan negeri zabag (sriwijaya).[4][5][11]
Selain bulu cendrawasih, pedagang asia juga membeli emas kualitas terbaik dari orang wakwak di timur (fakfak).[4]
1138 M -
Pulau Papua (diberi nama gezira zangi/Jazirah Zanji) muncul dalam peta dunia Tabula Rogeriana .[6][7][9]
Papua disebut Zanji karena oleh pedagang arab karena mirip dengan penduduk Afrika Timur (Zanzibar)[8]
1365 M - Kitab Majapahit, Negarakertagama, menyebutkan Wanin (Onin/fakfak) di Papua menjadi bagian dari jaringan Majapahit. [12]
1545 M - Yñigo Ortiz de Retez dari Spanyol menamai Papua Nueva Guinea(New Guinea) karena mirip dengan penduduk Guinea, Afrika.[13]
1570 M - Daerah Raja Ampat, Fakfak dan Pesisir Papua ikut dalam persekutuan 9 bersaudara (Uli Siwa) pimpinan Tidore.[14]
1660 M - VOC Belanda mengakui kedaulatan Tidore atas Papua[15]
1783 M - Rakyat Papua di Raja Ampat berhasil membajak kapal VOC Tempel pimpinan Coenraad Van Dijk di Pulau Batanta [16]
1796 M - Bersama Kaicil Nuku dari kerajaan Tidore, kerajaan di Papua Barat mengadakan perlawanan terhadap VOC dan sukses mengusir VOC dari Papua dan Maluku.[16]
1810 M - Belanda (dibawah Perancis) kalah perang dengan Inggris di Maluku dan Papua, sumatra hingga papua dijajah inggris.[17][18]
1817 M - Setelah perjanjian Paris tahun 1814, Inggris menyerahkan Nusantara ke Belanda.[17]
1828 M - Belanda mendirikan benteng pertamanya di tanah Papua, Fort Du Bus. [19]
1833 M - Bajak Laut Papua menggangu perdagangan Kolonial Belanda di Kepualaun Maluku dan Laut Arafuru.[20]
1836 M - Belanda meninggalkan Fort du Bus akibat serangan warga dan wabah Malaria.[19]
1848 M - Kolonial Belanda melakukan klaim atas papua bagian barat sebagai bagian dari wilayahnya yang diambil dari raja Tidore.[18]
1895 M - Belanda mulai menancapkan pengaruhnya di Papua [21]
1910 M - Untuk mengawasi Jerman di Papua Nugini, Belanda bergerak ke timur dan mendirikan kota Hollandia (skrg Jayapura) di Numbai, Kayupulo.
Sumber :
[1] Pamela Swadling (1996). Plumes of Paradise: Trade Cycles in Outer Southeast Asia and Their Impact on New Guinea and Nearby Islands Until 1920.Papua New Guinea National Museum.
[2] Kathleen D. Morrison, Laura L. Junker (2002) Forager-Traders in South and Southeast Asia: Long-Term Histories. Cambridge University Press.
[3] Bilveer Singh (2017) Papua: Geopolitics and the Quest for Nationhood.Routledge.
[4] M. Th Houtsma,Russel Arnold,Gibb Camilla (1993).First Encyclopaedia of Islam: 1913-1936.E.J.BRILL.
[5] Meri,Josef W.; Bacharach, Jere (2005). Medieval Islamic Civilization: An Encyclopedia. Routledge.
[6] Scott, Samuel Parsons (1904).History of the Moorish Empire in Europe.Lippincott,Philadelphia.
[7] https://id.wikipedia.org/wiki/Tabula_Rogeriana / https://en.wikipedia.org/wiki/Tabula_Rogeriana
[8] M. Elfasi, Ivan Hrbek (1988).Africa from the Seventh to the Eleventh Century.UNESCO.
[9] Houben, Hubert (2002). Roger II of Sicily: A Ruler Between East and West. Cambridge University Press.
[10] Raymond Mauny (1965) The Wakwak and the Indonesian Invasion in East Africa in 945 A.D.Centro de Estudos Historicos Ultramarinos.
[11] Friedrich Hirth (2017).China and the Roman Orient: Researches Into Their Ancient and Medieval Relations as Represented in Old Chinese Records (Classic Reprint-1911).Fb&c Limited,
[12] I Ketut Riana (2009).Kakawin dēśa warṇnana, uthawi, Nāgara kṛtāgama: masa keemasan Majapahit.Penerbit Buku Kompas.
[13] David Armitage(2014).Pacific Histories: Ocean, Land, People.Palgrave Macmillan.
[14] Johan Gerard Friedrich Riedel(1886).De sluik- en kroesharige rassen tusschen Selebes en Papua.M. Nijhoff.
[15] David Pickell (2013).Indonesian New Guinea Adventure Guide: West Papua/Irian Jaya.Tuttle Publishing.
[16] Muridan S.W (2009).The Revolt of Prince Nuku: Cross-Cultural Alliance-making in Maluku, C.1780-1810.BRILL.
[17] William G. Martin (2015).Making Waves: Worldwide Social Movements, 1750-2005.Routledge.
[18] Charles Arnold-Baker(2015).The Companion to British History Front Cover Charles Arnold-Baker.Routledge.
[19] Keat Gin Ooi(2004).Southeast Asia: A Historical Encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor.ABC-CLIO.
[20] The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, Volume 4.Kraus Reprint, 1850.
[21] Robert Cribb (2013).Historical Atlas of Indonesia.Routledge.
[22] Herman Renwarin (1984).Sejarah sosial daerah Irian Jaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Papua di Nusantara](https://i.ytimg.com/vi/xdkPhGA6qzo/mqdefault.jpg)




![Battle on the Ice (German Teutons vs Russian Novgorod)
The Battle on the Ice (Russian: Ледовое побоище; German: Schlacht auf dem Eise) was fought between the Republic of Novgorod led by prince Alexander Nevsky and the crusader army of the Teutonic Knights led by Hermann of Dorpat on April 5, 1242, at Lake Peipus, Present day Russian Border with Estonia & Latvia.
Hoping to exploit Novgorods weakness in the wake of the Mongol and Swedish invasions, the Teutonic Knights attacked the neighboring Novgorod Republic and occupied Pskov, Izborsk, and Koporye in autumn 1240. When they approached Novgorod itself, the local citizens recalled to the city 20-year-old Prince Alexander Nevsky, whom they had banished to Pereslavl earlier that year. During the campaign of 1241, Alexander managed to retake Pskov and Koporye from the crusaders.
On April 5, 1242. Alexander, intending to fight in a place of his own choosing, retreated in an attempt to draw the often over-confident Crusaders onto the frozen lake.the crusader forces likely numbered around 2,600, including 800 Danish and German knights, 100 Teutonic knights, 300 Danes, 400 Germans and 1,000 Estonian infantry.[4] The Russians fielded around 5,000 men: Alexander and his brother Andreis bodyguards (druzhina), totalling around 1,000, plus 2000 militia of Novgorod, 1400 Finno-Ugrian tribesman and 600 horse archers.
The Teutonic knights and crusaders charged across the lake and reached the enemy, but were held up by the infantry of the Novgorod militia. This caused the momentum of the crusader attack to slow. The battle was fierce, with the allied Russians fighting the Teutonic and crusader troops on the frozen surface of the lake. After a little more than two hours of close quarters fighting, Alexander ordered the left and right wings of his army (including cavalry) to enter the battle. The Teutonic and crusader troops by that time were exhausted from the constant struggle on the slippery surface of the frozen lake. The Crusaders started to retreat in disarray deeper onto the ice, and the appearance of the fresh Novgorod cavalry made them retreat in panic.
The Crusaders defeat in the battle marked the end of their Catholic campaigns against the Orthodox Novgorod Republic and other Slavic territories for the next century. The Novgorodians succeeded in defending Russian territory, and the crusaders never mounted another serious challenge eastward. Alexander was canonised as a saint in the Russian Orthodox Church in 1574.In the 1243 treaty between Novgorod and the Teutonic Order signed, where the knights abandoned all claims to Russian lands.
Source :
https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_on_the_Ice Battle on the Ice (German Teutons vs Russian Novgorod)](https://i.ytimg.com/vi/zT9wUHT46kc/mqdefault.jpg)

