Uploaded March 2020 | Updated September 2026, 2 weeks ago
The Battle of Stilo (also known as Cape Colonna and Crotone) was fought on 13 or 14 July 982 near Crotone in Calabria between the forces of the Frankish Holy Roman Empire under Emperor Otto II and his Italo-Lombard vassal against Emirate of Sicily under Kalbid Emir Abu'l-Qasim Al Kalbi.
The Battle of Stilo (also known as Cape Colonna and Crotone) was fought on 13 or 14 July 982 near Crotone in Calabria between the forces of the Frankish Holy Roman Empire under Emperor Otto II and his Italo-Lombard vassal against Emirate of Sicily under Kalbid Emir Abu'l-Qasim Al Kalbi.










![Perang Banten vs Belanda
Ilustrasi perang Banten mewalan Belanda (Surosowan)
Setelah belanda-VOC melemahkan kekuatan Kesultanan Banten dengan perang saudara pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1683). Dua abad kemudian kekuatan Banten makin melemah karena politik monopoli dan ikut campurnya Belanda dalam urusan kesultanan Banten, baik politik maupun ekonomi. Namun kesultanan Banten masih memiliki kedaultan terhadap Belanda, meskipun minim. Pada 1808, Belanda dijajah oleh kekaisaran Napoleon Perancis, dan ditunjuklah Marsekal Perancis asal Belanda, Daendels untuk mempersiapkan pulau Jawa dari serangan Inggris. Belanda sejak lama ingin menghilangkan kesultanan Banten karena letaknya yang dekat dengan Batavia (Jakarta) dan menjadi momok bagi kekuasaan Belanda. Namun Belanda dan Banten juga terikat perjanjian serta kekuatan kesultanan Banten belum sepenuhnya pudar. Pada 21 November 1808, Belanda mengirim utusan Pierre Philip Du Puy, ke Sultan Banten Aliyuddin II (Abul Nashar Muhammad Ishaq Zainulmutaqin) dengan permintaaan yang pasti ditolak Sultan, yaitu menyediakan tenaga kerja rodi untuk pembangunan jalan Groote-Postweg dan pelabuhan baru di Ujung Kulon (yang berarti kerja sampai mati bagi rakyat Banten) serta memindahkan ibukota kesultanan dari Banten ke Anyer (menghilangkan jejak kesultanan yang telah berdiri 3 abad di kota banten), Sultan geram dan menghukum Du Puy. Penolakan dan hukuman terhadap Du Puy dimanfaatkan oleh Daendels yang mengerahkan kekuatan Belanda yang telah bersiaga di Serang untuk menyerang Banten. Rakyat dan tentara kesultanan Banten melawan dengan sengit mempertahankan kota Banten dan benteng-keraton Surosowan dan Kaibon. Pertarungan sengit terjadi hari itu, meriam keraton beradu dengan meriam Belanda. Namun pasukan Belanda lebih banyak dengan persenjataan lebih canggih mengungguli pasukan Banten. Keraton Surosowan beserta kota Banten dihancurkan, hanya bersisa Masjid Agung Banten dan Benteng Speelwijk. Sultan Aliyuddin II beserta keluarganya ditangkap dan dibuang ke Ambon hingga wafat. Pada 22 November 1808, Daendels mengumumkan wilayah kesultanan Banten telah masuk sepenuhnya ke dalam kekuasaan Belanda.
[dari Berbagai Sumber]
Klip diambil dari :
Max Havelaar (1976)
Legend of King Naresuan (2007)
Napoleon (2002)
Davy Crockett (1955)
The LIberator (2013)
1612 (2007)
Legend of Tsunami Warrior (2008)
Glory (1989)
Sharpees Battle (1995)
Legend of Suriyothai (2001)
Waterloo (Documentary)
Alamo Documentary
Bang Rajan 1 & 2
BBC Krakatoa Documentary
Battle of Derne Documentary Perang Banten vs Belanda](https://i.ytimg.com/vi/xRgP3ytgdrA/mqdefault.jpg)