Uploaded December 2016 | Updated September 2026, 1 week ago
Ilustrasi Perang Pangeran Jayakarta melawan VOC Belanda
Setelah Demak mengusir Tentara Kerajaan Portugis pada tahun 1527. Pemerintahan kota Jayakarta dipercayakan kepada Tubagus Angke, seorang bangsawan Banten. Setelah kesultanan Banten kokoh berdiri, Pelabuhan Jayakarta masuk bagian kesultanan Banten. Pada tahun 1618, kota Jayakarta dipimpin oleh Pangeran Jayawikarta. Pasukan Pangeran Jayawikarta dengan Bantuan kongsi Inggris dan denmark berhasil mengusir VOC dan Gubernur Jendral VOC Belanda, J.P Coen, karena hendak memonopoli perdagahan rempah-rempah. Pangeran Jayawikarta menghendaki kota pelabuhan Jayakarta terbuka untuk seluruh bangsa, baik Pribumi, Asia (China, Arab, Persia, Turki, India) maupun Eropa (Belanda, Inggris, Denmark, Portugis, Perancis) untuk berdagang. Setelah pengusiran VOC, J.P Coen kabur ke pusat VOC di Maluku dan menyiapkan kekuatan untuk menuntut balas pengusiran dan menaklukkan kota Jayakarta. VOC berhasil memecah belah Pangeran Jayawikarta dan Kesultanan Banten pusat sehingga Pangeran Jayawikarta tidak mendapat bantuan dari kesultanan Banten pusat. Pada 28 Mei 1619, Armada VOC tiba di pantai Jayakarta. Setelah memborbardir Jayakarta, dan menurunkan pasukan dari markas VOC Maluku, terjadi pertempuran antara Pasukan VOC dan Pasukan Pangeran Jayawikarta. Namun pasukan Pengran Jayawikarta kalah jumlah dan kalah persenjataan. Sehingga pada 30 Mei 1619, pasukan pangeran Jayawikarta mundur ke hutan dan VOC membumi hanguskan kota Jayakarta serta membantai dan mengusir penduduk Jayakarta (betawi). Dari sisa abu kota Jayakarta, VOC mendirikan kota Batavia, dan dijadikan sebagai pusat perdagangan utama VOC di Asia. Pusat dagang utama VOC lainnya yaitu di Malaka dan di Banten dipindahkan ke Batavia.
Ini video mix, Cuplikan diambil dari film-film berikut :
Krakatoa, the Last Days (2006)
Krakatoa, East of Java (1969)
Black Sails Season 3 (2016)
Michiel de Ruyter (2015)
1612 (2007)
The Legend of King Naresuan The Great (2007)
Sumpah di Bumi Merkah (1981)
Arka Raja Haji Fisabilillah (2014)
1492: Conquest of Paradise (1992)
Tjoet Njak Dhien (1987)
Rambo IV (2008)
Fatahillah (1998)
Ilustrasi Perang Pangeran Jayakarta melawan VOC Belanda
Setelah Demak mengusir Tentara Kerajaan Portugis pada tahun 1527. Pemerintahan kota Jayakarta dipercayakan kepada Tubagus Angke, seorang bangsawan Banten. Setelah kesultanan Banten kokoh berdiri, Pelabuhan Jayakarta masuk bagian kesultanan Banten. Pada tahun 1618, kota Jayakarta dipimpin oleh Pangeran Jayawikarta. Pasukan Pangeran Jayawikarta dengan Bantuan kongsi Inggris dan denmark berhasil mengusir VOC dan Gubernur Jendral VOC Belanda, J.P Coen, karena hendak memonopoli perdagahan rempah-rempah. Pangeran Jayawikarta menghendaki kota pelabuhan Jayakarta terbuka untuk seluruh bangsa, baik Pribumi, Asia (China, Arab, Persia, Turki, India) maupun Eropa (Belanda, Inggris, Denmark, Portugis, Perancis) untuk berdagang. Setelah pengusiran VOC, J.P Coen kabur ke pusat VOC di Maluku dan menyiapkan kekuatan untuk menuntut balas pengusiran dan menaklukkan kota Jayakarta. VOC berhasil memecah belah Pangeran Jayawikarta dan Kesultanan Banten pusat sehingga Pangeran Jayawikarta tidak mendapat bantuan dari kesultanan Banten pusat. Pada 28 Mei 1619, Armada VOC tiba di pantai Jayakarta. Setelah memborbardir Jayakarta, dan menurunkan pasukan dari markas VOC Maluku, terjadi pertempuran antara Pasukan VOC dan Pasukan Pangeran Jayawikarta. Namun pasukan Pengran Jayawikarta kalah jumlah dan kalah persenjataan. Sehingga pada 30 Mei 1619, pasukan pangeran Jayawikarta mundur ke hutan dan VOC membumi hanguskan kota Jayakarta serta membantai dan mengusir penduduk Jayakarta (betawi). Dari sisa abu kota Jayakarta, VOC mendirikan kota Batavia, dan dijadikan sebagai pusat perdagangan utama VOC di Asia. Pusat dagang utama VOC lainnya yaitu di Malaka dan di Banten dipindahkan ke Batavia.
Ini video mix, Cuplikan diambil dari film-film berikut :
Krakatoa, the Last Days (2006)
Krakatoa, East of Java (1969)
Black Sails Season 3 (2016)
Michiel de Ruyter (2015)
1612 (2007)
The Legend of King Naresuan The Great (2007)
Sumpah di Bumi Merkah (1981)
Arka Raja Haji Fisabilillah (2014)
1492: Conquest of Paradise (1992)
Tjoet Njak Dhien (1987)
Rambo IV (2008)
Fatahillah (1998)










