Watchdoc Documentary
JAKARTA UNFAIR (full movie)
updated
Seiring jaman yang semakin modern, di Jakarta Pasar Malam semakin sulit ditemui. Jika Pasar malam hilang, bagaimanakah nasib pemain Tong Setan?
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Salah satu ungkapan syukurnya adalah mengubur nasi dan beberapa lauk pauk. Ini bukan sesajen yang dipersembahkan bagi mahluk halus, namun beberapa pihak mengartikan ini sebagai makanan yang diperuntukkan bagi tikus, agar mereka tidak memakan tanaman padi yang ditanam oleh warga.
Kampung Urug juga memiliki nilai-nilai tradisi luhur yang masih dijaga hingga hari ini. Misalnya padi tidak dianggap sebagai komoditas perdagangan. Warga menanam padi hanya untuk kebutuhan konsumsi sendiri. Padi ditanam hanya setahun sekali dengan maksud agar tanah tidak dieksploitasi sehingga lekas habis kesuburannya. Praktik pertanian yang dijalankan juga pantang menggunakan bahan-bahan kimia dan hanya mengandalkan bahan organik untuk pupuk atau obat.
Sistem kekerabatan dan tanggung jawab sosial di Kampung Urug masih sangat kuat. Salah satunya bisa dilihat dari praktik pembagian hasil panen bagi kelompok fakir miskin, yatim piatu, atau untuk kebutuhan sosial lainnya.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Penambangan pasir untuk mega proyek CPI (Center Point of Indonesia), dan MNP (Makassar New Port) di Pantai Galesong Takalar sudah 4 tahun berlalu. Namun, dampaknya masih terasa hingga detik ini. Lebih dari 10 keluarga memilih untuk pindah. Lalu sisanya tetap memilih bertahan. Bukan karena nyaman atau alasan lain. Melainkan tak punya dana untuk membeli tanah. Rasa khawatir dan kegelisahan tiap malam membuat tak pernah tidur nyenyak.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Pemerintah sudah mengambil berbagai kebijakan untuk mengatasi wabah Covid-19. Kebijakan itu meliputi berbagai aspek, mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, sosial dan bahkan religius. Kebijakan itu menjangkau seluruh rakyat Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana dengan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri? Khususnya para pekerja migran Indonesia.
Film 'Undocumented' adalah sebuah film dokumenter karya Watchdoc terbaru. Film produksi kolaboratif dengan SBMI ini berkisah tentang nasib para pekerja migran Indonesia di luar negeri saat wabah Covid 19 melanda. bersetting di negeri jiran Malaysia, film Undocumented mengungkap banyak pekerja migran yang meninggal dunia dan jenasahnya tidak bisa dibawa pulang ke tanah air untuk dimakamkan. Di tengah kecamuk Covid itu, banyak pekerja migran yang menderita kelaparan karena terkena PHK atau tempat mereka bekerja harus tutup dan tak bisa lagi memberikan gaji. Pertanyaannya, apakah negara hadir dan ikut bertanggung jawab atas nasib para pekerja migran itu saat wabah Covid 19? Bagaimana langkah mitigasi pasca Wabah Covid?
Jika kampus atau organisasimu tertarik membuat kegiatan bersama kami, hubungi:
adm.watchdoc@gmail.com
Mencari Titik Temu karya Badra Jultouriq Rahman adalah film juara 1 dari Kompetisi Video Lingkungan berbasis smartphone yang diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara dan Watchdoc Documentary. Pesertanya adalah anak-anak muda pembuat film amatir yang berasal dari seluruh Indonesia. Tak hanya kompetisi, para peserta terpilih juga mendapatkan pelatihan dari akademisi, peneliti, dan Tim Watchdoc.
Tahun 2019, dunia dihebohkan oleh merebaknya virus Corona. Virus yang berasal dari sebuah pasar di kota Wuhan, Cina itu kemudian merebak dan menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Di Indonesia, virus pertama kali terdeteksi tanggal 2 Maret 2020 dan kemudian menyebar menjadi pandemi di seluruh negeri. Hingga Februari 2023, jumlah total penderita Covid-19 mencap 6.732.618 dengan jumlah Meninggal 160.860 orang. Untuk mengatasi wabah Covid-19 ini pemerintah Indonesia membentuk Satgas Covid-19 dan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1/2020 Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang kemudian menjadi Undang-undang nomor 2/2020. Dengan Undang-undang itu pemerintah memiliki landasan hukum dalam strategi untuk melakukan langkah-langkah kebijakan dan penanganan pandemi Covid-19 baik dari aspek kesehatan, ekonomi dan sosial di seluruh wilayah dan menjangkau seluruh rakyat Indonesia.
Lalu bagaimana dengan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri? Data dari Kementerian Luar Negeri RI menyebut jumlah WNI yang terjangkit virus Covid-19 mencapai 70.445 orang dan yang meninggal 413 orang. Sebagian diantara yang menjadi korban adalah para pekerja migran Indonesia. Apakah mereka juga mendapatkan pelindungan saat wabah Covid melanda negara tempat mereka bekerja? Bagaimana bentuk bantuan dan pelindungan yang diberikan negara melalui perwakilan-perwakilannya di luar negeri.
Film dokumenter ‘Undocumented’ mengangkat kisah para pekerja migran Indonesia di Malaysia yang harus berjibaku dan berjuang saat wabah Covid-19 melanda negeri jiran tersebut.
Nyala Api Kotoran Sapi karya Ndadax Production adalah film juara ke-2 dari Kompetisi Video Lingkungan berbasis smartphone yang diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara dan Watchdoc Documentary. Pesertanya adalah anak-anak muda pembuat film amatir yang berasal dari seluruh Indonesia. Tak hanya kompetisi, para peserta terpilih juga mendapatkan pelatihan dari akademisi, peneliti, dan Tim Watchdoc.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) "Jerubu" artinya asap. Gambaran bagaimana sampah yang dihasilkan dari beragam kegiatan sehari-hari sebagian masih dimusnahkan dengan cara dibakar. Cara yang sebenarnya merusak lingkungan dan berbahaya bagi mahluk hidup.
Jerubu karya Ava Team adalah film juara ke-3 dari Kompetisi Video Lingkungan berbasis smartphone yang diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara dan Watchdoc Documentary. Pesertanya adalah anak-anak muda pembuat film amatir yang berasal dari seluruh Indonesia. Tak hanya kompetisi, para peserta terpilih juga mendapatkan pelatihan dari akademisi, peneliti, dan tim Watchdoc.
Ia lalu merintis bisnis ekowisata. Ini dilakukannya untuk menunjukkan kepada warga, bahwa ekonomi bisa berjalan tanpa perlu merusak hutan dan habitat satwa liar.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Selama berpuluh tahun mereka mengalami diskriminasi psikologis, sosial dan politik. Diskriminasi itu terjadi dalam berbagai bentuk, seperti larangan menggunakan nama Tionghoa dan mengganti dengan nama Indonesia. Bahkan, mereka tidak diizinkan mengekspresikan identitas budaya dan agamanya.
Diskriminasi ini memunculkan trauma masa lalu bagi warga Tionghoa di Indonesia. Bagaimana perjuangan mereka dalam meruntuhkan diskriminasi?
Tonton sampai habis.
Budi Santoso Tanuwibowo adalah Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu (MATAKIN). Ia adalah salah satu tokoh yang menghadap K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjadi Presiden Indonesia ke-4 dalam menginisiasi perayaan Tahun Baru Imlek secara Nasional pertama pasca Orde Baru. Imlek Nasional pertama dilaksanakan pada tahun 17 Februari 2000.
#WatchTalk #Tionghoa #Konghucu
Bagaimana kaum buruh akan mengambil sikap? Selengkapnya:
youtu.be/SmNv0QZcyLw
pelanggaran HAM berat. Apakah cukup hanya di pengakuan?
Lalu bagaimanakah harapan salah satu keluarga korban?
Tonton selengkapnya, “Meniti Jalan Keadilan”.
Apakah ancaman ini akan diwujudkan?
WATCH TALK dengan tajuk Krusial akan membahasnya bersama Ketua Umum KASBI, Nining Elitos. Tentang bagaimana situasi perburuhan, perspektifnya terhadap UU Cipta kerja dan Perppu Cipta Kerja, serta bagaimana mereka akan mengambil sikap. Tonton sampai habis.
Nining Elitos merupakan Ketua Umum KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia). Ia yang sempat menjadi buruh pabrik kini turun langsung menyuarakan aspirasi kaum buruh bersama kawan-kawan KASBI.
#Krusial
#PerppuCiptaker
#NiningElitos
Selengkapnya:
youtu.be/vNbjCyD8Xvc
Zenzi Suhadi (Direktur Eksekutif WALHI Nasional) menyatakan bahwa Ekonomi Nusantara dapat menjadi jalan bagi bangsa ini untuk memiliki sistem ekonomi yang bebas dari kendali oligarki.
Penasaran bagaimana mekanismenya?
TONTON SAMPAI HABIS, YA!
WALHI merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.
Kunjungi walhi.or.id untuk informasi selengkapnya.
#WatchTalk #WALHI #ZenziSuhadi
Lantas, bagaimana perspektif YLBHI sebagai penyedia layanan bantuan hukum?
Inilah pernyataan Ketua Umum @ylbhi, Muhamad Isnur (@muhamadisnur) dalam program WATCH TALK. Mau tahu kelanjutan perbincangannya?
Tonton selengkapnya dalam “WATCH TALK : PERSPEKTIF YLBHI: Tantangan Jaga Demokrasi”, telah tayang di YouTube Watchdoc Documentary.
WATCH TALK episode kedua akan membahas Indonesia sebagai negara hukum bersama @ylbhi dan positioning mereka di dalamnya. Melalui tajuk Perspektif, Watch Talk mengupas tuntas beragam tantangan menjaga demokrasi dari perspektif YLBHI, serta strategi yang disiapkan dalam rangka memasuki tahun politik.
Penasaran?
Tonton sampai habis.
#WatchTalk #Perspektif #YLBHI
Tata cara Ngaben tergolong rumit dan membutuhkan waktu berhari-hari. Diperlukan berbagai macam persembahan dan perlengkapan upacara. Selain itu Ngaben akan melibatkan banyak orang sejak persiapan hingga pelaksanaannya. Karena itulah biaya Ngaben bisa mencapai puluhan juta bahkan hingga ratusan juta rupiah.
Di sisi lain, perekonomian Bali yang ambruk akibat pandemi COVID-19 belum benar-benar pulih. Lalu, bagaimanakah warga miskin dapat menjalankan kewajiban Ngabennya?
Lembu yang Hilang adalah dokumenter hasil kolaborasi antara Singapore University of Social Sciences dan Watchdoc.
Apa kabar HAM di Indonesia hari ini?
Watchdoc membahasnya dari sudut pandang seorang Haris Azhar, advokat sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Apa saja kasus-kasus HAM yang pernah ditangani hingga bagaimana penegakan hukum dan HAM di Indonesia dengan pengaruh masalah sosial, politik maupun ekonomi yang ada.
Selamat bertemu di WATCH TALK, program terbaru Watchdoc berisi bincang-bincang santai, tapi tetap substantif bersama orang-orang terbaik di bidangnya. Next episode ngundang siapa, ya?
Yuk, tulis request kamu di kolom komentar. Sampai jumpa di episode-episode selanjutnya.
Longgok (C)Emas adalah film dokumenter karya Garda Animalia yang menggambarkan problematika tambang emas ilegal di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Di mana mereka sudah tidak lagi sembunyi-sembunyi menggunakan mesin dan alat berat dalam aktivitasnya.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Menurut sejarah, gempa besar pernah terjadi di Mentawai 200 hingga 400 tahun yang lalu. Dikisahkan gempa adalah pertanda baik yang akan membawa musim buah-buahan, jamur, serta sebagai peringatan agar manusia menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi.
Repdeman berasal dari bahasa Mentawai, yang artinya adalah ingat. Repdemen bermakna sebagai sebuah ingatan, kenangan, atau hal-hal yang membuat kita tidak lupa tentang apa yang pernah terjadi di masa lalu.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Informasi lengkap Watchdoc Kolaborasi hubungi: wdwatchdoc@gmail.com
Sudah ada sejak jaman Belanda, kebun sawit di Indonesia saat ini seluas 16,38 juta hektar. Data Greenpeace Indonesia mencatat setidaknya 3,12 juta hektar diantaranya berada di kawasan hutan. Lebih dari 50 persen kebun sawit itu dimiliki korporasi, banyak diantaranya yang menguasai kebun sawit hingga ratusan ribu hektar.
“Konsorsium 110” mengupas praktek pembukaan kebun sawit dalam kawasan hutan dan bagaimana hubungannya dengan penyusunan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang diisiasi Presiden Joko Widodo. Serta menjawab, apakah Omnibus Law menguntungkan masyarakat luas atau lebih memihak kepentingan kelompok oligarki.
Film terakhir dari docu-series DEMI 1%, kolaborasi bersama @greenpeaceid, @fraksirakyat_id, @bersihkanindonesia, siap ditonton dalam musim nobar. Daftarkan lembaga atau komunitasmu sekarang juga:
bit.ly/Konsorsium110
Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu).
Dokumenter ini mengisahkan kecemasan warga Desa Bongkaras dan Desa Longkotan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara atas hadirnya perusahaan tambang bawah tanah yang akan menambang timah hitam dan seng.
Hadirnya perusahaan pertambangan biasanya dinarasikan akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Lantas mengapa warga menolak kehadiran tambang?
Dalam Main Event Watchdoc Festival, kita telah mendapatkan nama-nama juara Kompetisi Video, yakni:
00:00 Intro
00:51 Juara Harapan 3 "The Struggle"
08:56 Juara Harapan 2 "Daripada Cicing"
16:36 Juara Harapan 1 "Limbah Medis Dilematis"
26:26 Juara 3 "Petani dan Pandemi"
35:14 Juara 2 "After The Sunset"
42:07 Juara 1 "Melawan Dalam Sunyi"
47:39 Closing
Inilah bundle video karya sineas muda Indonesia yang dibuat dengan menggunakan *smartphone* dan berhasil menjadi juara dalam Kompetisi Video Watchdoc Festival yang pertama. Selamat menyaksikan. Watchdoc tunggu partisipasi kamu di Watchdoc Festival selanjutnya.
Pemerintah mengeluarkan 3 kebijakan sekaligus guna mendorong hasil tangkap ikan di perairan Indonesia. Mulai dari UU Cipta Kerja, Lumbung Ikan Nasional dan penangkapan ikan terukur. Hal itu dilakukan untuk peningkatan eksport hasil laut demi memenuhi target Pendapatan Negara Bukan Pajak.
Masalahnya, di tengah rangkaian kebijakan itu kondisi laut Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Belakangan ini nelayan semakin sulit mendapatkan ikan hingga harus mencari ke tengah laut. Kebijakan pemerintah pada akhirnya membuat nelayan tradisional semakin terhimpit.
Dokumenter Lumbung Ikan Nestapa memberi gambaran bagaimana nelayan tradisional semakin kesulitan dan mendapatkan ancaman atas ruang hidupnya.
Serial ke-6 docu-series DEMI 1% ini akan masuk musim nobar SEGERA. Nantikan.
Di Indramayu, pernikahan anak memiliki sejarah panjang dan sudah muncul sejak jaman dulu. Ini juga terkait dengan budaya masyarakat Indramayu yang memandang anak perempuan sebagai aset dan kemudian bisa dinikahkan dengan orang kaya untuk mengangkat kehidupan mereka.
Selain itu juga ada pandangan ‘luru duit’ (cari duit) di kalangan mayarakat Indramayu yang menempatkan anak perempuan harus bisa mencari duit untuk membantu ekonomi keluarga. Ironisnya kerap kali luru duit itu dilakukan dengan praktek prostitusi karena kekurangan ketrampilan pada perempuan itu.
Film ‘Wadon Ora Didol’ berkisah tentang praktek pernikahan anak yang masih terjadi di Indramayu hingga kini dan bagaimana efek pernikahan anak tersebut yang ikut mendorong munculnya prostitusi anak.
#PernikahanAnak
Beta Mau jumpa: youtube.com/watch?v=wNqG0LjmCPQ&t=3s
Atas Nama Percaya: youtube.com/watch?v=MUi37kuFoYE&t=1743s
Unfinished Indonesia: youtube.com/watch?v=5UofOIlOfIU&t=709s
Agama dalam Karantina: youtube.com/watch?v=DDYO2MBvL4c&t=57s
Tiga Suara: youtube.com/watch?v=xhz9Ht4CHio&t=17s
Tak hanya mengangkat romantisme pluralitas Indonesia, Serial Indonesian Pluralities berusaha melihat dan memaknai keragaman di Indonesia. Selain menggambarkan keragaman, serial ini juga melakukan interpretasi bagaimana respon masyarakat terhadap keragaman di Indonesia.
Film Beragam Setara adalah film ke-6 yang merupakan rangkuman dari 5 film sebelumnya. Di sini para kolaborator, serta pengguna serial Indonesia Pluralities mengungkapkan harapan terhadap film-film yang telah dihasilkan.
Dengan dasar saling menguntungkan dan demi kesejahteraan warga, pola kerja sama plasma dibangun antara perusahaan dan petani. Pada praktiknya pola kerja sama tersebut merugikan petani. Tak hanya menimbulkan persoalan ekonomi, perkebunan sawit kemudian juga menimbulkan problem sosial, kerusakan lingkungan, hingga pelanggaran HAM.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
Problem sampah dari tahun ke tahun tak kunjung teratasi. Ada juga praktik tak taat aturan dari wisatawan atau bahkan penyedia jasa wisata. Perahu yang melepas jangkar sekitar kawasan terumbu karang, dan juga kegiatan snorkling yang tak berhati-hati sehingga berpotensi merusak ekosistem terumbu karang.
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter. Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
Film "Tiga Suara" mengangkat tiga pandangan perempuan muslim dengan latar belakang organisasi keagamaan serta sikap politik yang berbeda. Mereka membahas isu RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, hingga tantangan terhadap perjuangan kesetaraan bagi kaum perempuan.
Film “Tiga Suara” merupakan bagian dari serial Indonesian Pluralities, hasil kolaborasi dari CRCS UGM, Pardee School of Global Studies-Boston University, dan WatchdoC dengan dukungan dari Henry Luce Foundation.
Pemerintah memberikan izin kontrak karya kepada PT TMS di wilayah pulau kecil Sangihe. Izin itu dikeluarkan setelah revisi UU Minerba disahkan. Masyarakat Sangihe melihat izin tersebut bertentangan dengan aturan yang melarang adanya aktivitas pertambangan di pulau kecil. Mereka pun melawan dengan mengajukan gugatan ke pengadilan. Masyarakat pun menolak adanya tambang emas yang bisa merusak sumber penghidupannya.
Serial ke-5 docu-series DEMI 1% ini akan masuk musim nobar SEGERA. Nantikan.
Film “Agama Dalam Karantina” adalah seri keempat dari serial Indonesian Pluralities produksi bersama CRCS UGM, Pardee School of Global Studies-Boston University, dan Watchdoc dengan dukungan dari Henry Luce Foundation.
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
Lalu apa upaya mahasiswa melawan keputusan kampus yang dijuluki Sang Juara itu?
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
“Limbung Pangan", film keempat dari serial DEMI 1% hasil kolaborasi Greenpeace Indonesia, Fraksi Rakyat Indonesia, Bersihkan Indonesia, dan Watchdoc. Menceritakan dampak strategis dan luas dari Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang juga terjadi pada industri pertanian di Indonesia.
Program Food Estate (Lumbung Pangan) selalu menjadi andalan pemerintah setiap kali isu tentang ketahanan pangan muncul ke permukaan. Meski tak pernah berhasil, program sentralisasi pangan ini kembali dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan dalih solusi atas ancaman krisis pangan. Namun, program Food Estate justru berpotensi mengabaikan kesejahteraan petani dan mengancam kelanjutan hutan alam Indonesia.
"Urup" dalam bahasa Jawa berarti menyala, menggambarkan semangat “Kelana Bhakti Budaya” satu-satunya grup ketoprak tobong yang masih bertahan hidup di Yogyakarta.
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
#WatchdocKolaborasi #KelanaBhaktiBudaya #KetoprakTobong
Selama itu pula, Watchdoc dan Narasi merekam setiap peristiwa dan akan merangkumnya menjadi sebuah film dokumenter.
Nantikan, SEGERA.
#DuaTahunPandemi #WatchdocxNarasi #Dokumenter #Watchdoc
Selain kebun dan sawah warga, sumber air bersih warga pun terdampak. Akibat operasi pertambangan sumber air bersih warga menyusut.
Secara swadaya dan perlahan warga berupaya mengembalikan kesuburan tanah yang rusak. Namun warga kembali cemas, sebab muncul rencana penambangan baru di desa mereka.
Lantas apa yang dilakukan warga Satar Punda?
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
#WatchdocKolaborasi #SatarPunda
Gugatan tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Koalisi Ibu Kota. Para tergugat yang terdiri dari Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jakarta, dan Gubernur Banten dinyatakan telah melawan hukum.
Tapi mengapa kemudian Presiden, KLHK, Kemenkes, dan Kemendagri mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut?
***
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com
*
Watchdoc Kolaborasi adalah program penayangan film dokumenter milik pihak lain di luar Watchdoc. Program ini diprioritaskan bagi pegiat komunitas, pelajar dan mahasiswa, video jurnalis, individu, maupun rumah produksi yang bekerja secara independen dalam produksi film dokumenter.
Untuk informasi lengkap mengenai Watchdoc Kolaborasi hubungi email: wdwatchdoc@gmail.com


