Lazardi Wong JogjaPeta Sejarah Sulawesi / Celebes dari tahun 40.000 Sebelum Masehi sampai 2018 Masehi. Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
Sebelum Masehi: 40000 SM - Kebudayaan Leang-Leang (Maros-Pangkajene) muncul di Sulawesi Selatan. 7000 SM - Kebudayaan Muna muncul di Sulawesi Tenggara. 6000 SM - Kebudayaan Minahasa muncul di Sulawesi Utara. 5000 SM - Kebudayaan Moronene muncul di Sulawesi Tenggara. Kebudayaan Toala muncul menggantikan kebudayaan Leang-Leang. 3000 SM - Kebudayaan Toraja dan Topongko (Wotu) diperkirakan muncul di Sulawesi Selatan. Kebudayaan Pamona (Poso-Sigi) dan Banawa (Donggala-Parigi) muncul di Sulawesi Tengah. Kebudayaan Mandar muncul di Sulawesi Barat. 2000 SM - Kebudayaan Tolaki muncul di Sulawesi Tenggara, hidup berdampingan dengan masyarakat Moronene yang telah eksis sebelumnya.
Abad 2-12: 200 - Arca Buddha Sampaga. Peradaban awal mulai berkembang di pesisir barat Mamuju, Sulawesi Barat. Agama Buddha diperkirakan turut serta menyebar, kemungkinan dibawa oleh wangsa Satawahana dari India, dilihat dari kemiripan antara arca Sampaga dengan arca peninggalan wangsa tersebut. Peradaban Padangguni diperkirakan muncul di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kebudayaan Tolaiwoi dan Tounenapo muncul di Kolaka. Kebudayaan Topongko terpecah menjadi dua, Toluwu (Toliu) di pesisir dan Toriu di pedalaman. 400 - Teluk Gorontalo kuno lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Akibatnya, manusia mulai menempati daratan baru bekas teluk purba tersebut. Kebudayaan maju pun muncul di daerah itu, yakni Pidodotiya di Limboto-Gorontalo dan Witohiya di Bone Bolango. 500 - Kebudayaan Pidodotiya dan Witohiya menggabungkan diri menjadi peradaban Suwawa. Ayudugiya menjadi pemimpin pertama peradaban tersebut. Kebudayaan Toala kemungkinan digantikan oleh Tougi (Bugis). Padangguni diperkirakan berkembang menjadi kerajaan. Di masa yang sama, kemungkinan tiga negeri Tolaki kuno lain turut muncul, yakni Wawolesea, Besulutu, dan Tambosupa. 600 - Kebudayaan Toluwu berkembang menjadi peradaban Luwu. Kebudayaan Loinang (Saluan-Togean) diperkirakan muncul di Sulawesi Timur. Toraja kemungkinan juga telah berkembang menjadi peradaban awal. 670 - Prasasti Pinawetengan. Minahasa berkembang menjadi peradaban, melalui musyawarah antara para anak-anak suku di Minahasa yang sepakat berdamai dan membentuk suatu peradaban awal berbentuk konfederasi suku (Pakasa'na). 700 - Suwawa berkembang menjadi kerajaan. Kebudayaan maju diperkirakan muncul di kepulauan Banggai. 800 - Kebudayaan Banggai berkembang menjadi peradaban awal. 900 - Melalui bantuan Kerajaan Sriwijaya, Luwu berkembang menjadi sebuah negara berbentuk kedatuan. Batara Guru (putra sulung pangeran I Lapuangge Lebba' dari Luwu dengan putri Palinge' Mutia dari Sriwijaya) menobatkan diri sebagai penguasa pertamanya. Di bawah pemerintahannya, Luwu semakin mempererat hubungannya dengan Sriwijaya yang merupakan negara terkuat di Asia Tenggara kala itu. Para bangsawan Bugis dan Luwu memanggil kerajaan ini dengan julukan 'Senrijawa'. Kira-kira di masa yang sama, dua kerajaan lain kemungkinan turut muncul, bernama Wewang Nriwuk (di Makassar-Bugis) dan Tompotika (di Kolaka-Banggai). Namun keduanya dianggap sebagai kerajaan semi-mitologi, karena hanya disebutkan dalam naskah epos I La Galigo. Meskipun Tompotika masih eksis sebagai sebuah nama kerajaan yang berpusat di Bualemo (Banggai Darat), Sulawesi Timur hingga abad ke-16. Padangguni menaklukkan negeri-negeri Tolaki di sekitarnya, mempersatukan sebagian besar daratan Sulawesi Tenggara ke dalam kekuasaannya. 948 - Batara Lattu naik tahta sebagai Datu Luwu. Putranya, Sawerigading, mengadakan pengembaraan laut ke berbagai daerah di seluruh Nusantara, bahkan juga dipercaya telah mengunjungi Kekaisaran Cina.. Padangguni berganti nama menjadi Konawe. Ratu Wekoila dilantik sebagai penguasa pertamanya dengan gelar Mokole I. Ia menempatkan ibukota kerajaannya di Unaaha.
Sejarah Sulawesi / Celebes (40.000 SM - 2018 M)Lazardi Wong Jogja2018-01-20 | Peta Sejarah Sulawesi / Celebes dari tahun 40.000 Sebelum Masehi sampai 2018 Masehi. Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
Sebelum Masehi: 40000 SM - Kebudayaan Leang-Leang (Maros-Pangkajene) muncul di Sulawesi Selatan. 7000 SM - Kebudayaan Muna muncul di Sulawesi Tenggara. 6000 SM - Kebudayaan Minahasa muncul di Sulawesi Utara. 5000 SM - Kebudayaan Moronene muncul di Sulawesi Tenggara. Kebudayaan Toala muncul menggantikan kebudayaan Leang-Leang. 3000 SM - Kebudayaan Toraja dan Topongko (Wotu) diperkirakan muncul di Sulawesi Selatan. Kebudayaan Pamona (Poso-Sigi) dan Banawa (Donggala-Parigi) muncul di Sulawesi Tengah. Kebudayaan Mandar muncul di Sulawesi Barat. 2000 SM - Kebudayaan Tolaki muncul di Sulawesi Tenggara, hidup berdampingan dengan masyarakat Moronene yang telah eksis sebelumnya.
Abad 2-12: 200 - Arca Buddha Sampaga. Peradaban awal mulai berkembang di pesisir barat Mamuju, Sulawesi Barat. Agama Buddha diperkirakan turut serta menyebar, kemungkinan dibawa oleh wangsa Satawahana dari India, dilihat dari kemiripan antara arca Sampaga dengan arca peninggalan wangsa tersebut. Peradaban Padangguni diperkirakan muncul di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kebudayaan Tolaiwoi dan Tounenapo muncul di Kolaka. Kebudayaan Topongko terpecah menjadi dua, Toluwu (Toliu) di pesisir dan Toriu di pedalaman. 400 - Teluk Gorontalo kuno lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Akibatnya, manusia mulai menempati daratan baru bekas teluk purba tersebut. Kebudayaan maju pun muncul di daerah itu, yakni Pidodotiya di Limboto-Gorontalo dan Witohiya di Bone Bolango. 500 - Kebudayaan Pidodotiya dan Witohiya menggabungkan diri menjadi peradaban Suwawa. Ayudugiya menjadi pemimpin pertama peradaban tersebut. Kebudayaan Toala kemungkinan digantikan oleh Tougi (Bugis). Padangguni diperkirakan berkembang menjadi kerajaan. Di masa yang sama, kemungkinan tiga negeri Tolaki kuno lain turut muncul, yakni Wawolesea, Besulutu, dan Tambosupa. 600 - Kebudayaan Toluwu berkembang menjadi peradaban Luwu. Kebudayaan Loinang (Saluan-Togean) diperkirakan muncul di Sulawesi Timur. Toraja kemungkinan juga telah berkembang menjadi peradaban awal. 670 - Prasasti Pinawetengan. Minahasa berkembang menjadi peradaban, melalui musyawarah antara para anak-anak suku di Minahasa yang sepakat berdamai dan membentuk suatu peradaban awal berbentuk konfederasi suku (Pakasa'na). 700 - Suwawa berkembang menjadi kerajaan. Kebudayaan maju diperkirakan muncul di kepulauan Banggai. 800 - Kebudayaan Banggai berkembang menjadi peradaban awal. 900 - Melalui bantuan Kerajaan Sriwijaya, Luwu berkembang menjadi sebuah negara berbentuk kedatuan. Batara Guru (putra sulung pangeran I Lapuangge Lebba' dari Luwu dengan putri Palinge' Mutia dari Sriwijaya) menobatkan diri sebagai penguasa pertamanya. Di bawah pemerintahannya, Luwu semakin mempererat hubungannya dengan Sriwijaya yang merupakan negara terkuat di Asia Tenggara kala itu. Para bangsawan Bugis dan Luwu memanggil kerajaan ini dengan julukan 'Senrijawa'. Kira-kira di masa yang sama, dua kerajaan lain kemungkinan turut muncul, bernama Wewang Nriwuk (di Makassar-Bugis) dan Tompotika (di Kolaka-Banggai). Namun keduanya dianggap sebagai kerajaan semi-mitologi, karena hanya disebutkan dalam naskah epos I La Galigo. Meskipun Tompotika masih eksis sebagai sebuah nama kerajaan yang berpusat di Bualemo (Banggai Darat), Sulawesi Timur hingga abad ke-16. Padangguni menaklukkan negeri-negeri Tolaki di sekitarnya, mempersatukan sebagian besar daratan Sulawesi Tenggara ke dalam kekuasaannya. 948 - Batara Lattu naik tahta sebagai Datu Luwu. Putranya, Sawerigading, mengadakan pengembaraan laut ke berbagai daerah di seluruh Nusantara, bahkan juga dipercaya telah mengunjungi Kekaisaran Cina.. Padangguni berganti nama menjadi Konawe. Ratu Wekoila dilantik sebagai penguasa pertamanya dengan gelar Mokole I. Ia menempatkan ibukota kerajaannya di Unaaha.
Musik: - "Anging Mamiri" oleh Addie MS & Twilite Orchestra - "Rampak Gendang Makasssar (Rinci') oleh Daeng Serang Dakko: youtu.be/ruseqzq4_Qc - "Mars Minahasa" oleh The Leonies Kolintang Group: youtu.be/IR9fEczV08gPerang Aceh-Batak / Invasi Aceh ke Tamiang dan Aru (1539)Lazardi Wong Jogja2023-09-15 | Perang Aceh-Batak (1539) adalah sebuah invasi yang dilancarkan oleh Kesultanan Aceh terhadap dua kerajaan "Batak" di Sumatra, yaitu Tamiang dan Aru. Perang ini dipicu oleh penolakan raja Tamiang untuk memeluk Islam, serta tuduhan Aceh terhadap Aru yang dianggap "kurang Islam". Invasi ini juga didorong oleh ambisi sultan Aceh, Alauddin, yang baru saja naik tahta dan ingin memperluas kekuasaannya...
Ilustrasi sampul: "Alaidin Al-Qahar" ~ Sayed Dahlan AlhabsyiJatuhnya Melaka (1511)Lazardi Wong Jogja2023-09-12 | Jatuhnya Melaka (1511) adalah julukan untuk peristiwa invasi Portugis ke Kesultanan Melaka. Perang ini dipicu oleh bentrokan pada September 1509, ketika sultan Melaka menangkap sejumlah orang Portugis yang dicurigai sebagai perompak yang ingin menaklukkan kerajaannya. Portugis membalas dengan mengirim ekspedisi untuk "menghukum" sultan Melaka.
Ilustrasi sampul: "Conquista de Malaca" ~ Ernesto CondeixaSejarah Kesultanan CirebonLazardi Wong Jogja2021-09-24 | Pemetaan sejarah Kesultanan Cirebon (1430-1679).
Mohon kritik dan koreksinya karena video ini tentu belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Saya mengharapkan kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada saudara Adil Akbar, yang telah banyak membantu saya dalam riset dan interpretasi selama proses pembuatan video ini, khususnya dengan menghubungi beberapa narasumber penting, yakni Bapak Andi Suriadi Mappangara (sejarawan & dosen UNHAS), Bapak Taufik Ahmad (peneliti BPNB Makassar), serta Ibu Andi Maduttana dan Bapak Faisal (kerabat Kesultanan Gowa). Terima kasih sebanyak-banyaknya saya ucapkan pula atas kontribusi beliau sekalian.
Bapak Suriadi Mappangara memiliki sebuah channel yang banyak mengulas tentang sejarah Sulawesi Selatan, sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan. Silahkan subscribe channel beliau di sini: youtube.com/channel/UC3KzHy3bXSlbNY_5ZTvd2fg
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
202 M - Pulau Bali terpisah dari Jawa. 882 M - Kerajaan Bedahulu diperkirakan berdiri, dengan Sri Kesari Warmadewa sebagai raja pertamanya. 1001 - Musyawarah keagamaan di Pura Samuan Tiga atau Penataran menyepakati pemujaan terhadap Tri Murti bagi seluruh masyarakat Bali. 1343 - Majapahit menaklukkan Bali. 1460 - Dalem Waturenggong naik tahta di Kerajaan Gelgel. 1530 - Dang Hyang Nirartha tiba di Bali. 1686 - Lahirnya Kerajaan Klungkung. 1846 - Invasi Belanda ke Buleleng dan Karangasem dimulai. 1849 - Jatuhnya Jagaraga. Awal penjajahan Belanda di Bali. 1913 - Seluruh Bali berada di bawah kekuasaan langsung Belanda. 1946 - Puputan Margarana. 1958 - Provinsi Bali dibentuk sebagai pecahan dari Nusa Tenggara. 2020 - Pandemi COVID-19 melanda Bali.
Musik: - "Rejang Dewa, Bapang Selisir" ~ Geoff Knorr (youtu.be/Z1Oa8NBnRF4) - "Janger" ~ Addie MS & Twilite Orchestra (youtu.be/ZyXjNAbqv9E)Sejarah Kesultanan MataramLazardi Wong Jogja2020-05-22 | Pemetaan sejarah Kesultanan Mataram (1556-1755). Dari masa awal berdirinya sebagai daerah kecil di pedalaman Jawa bawahan Kesultanan Pajang, masa ekspansi setelah ia merdeka dan mencaplok balik tuannya pada akhir abad ke-16, hingga puncak kejayaannya di bawah Sultan Agung pada abad ke-17. Dilanjutkan dengan kemundurannya yang drastis di bawah pemerintahan Amangkurat I, masa Perang Trunajaya yang penuh kekacauan, kerjasama dengan Kompeni VOC Belanda, hingga keruntuhannya akibat perang suksesi berlarut-larut yang memecahnya menjadi dua negara pada abad ke-18...
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Fabio C. Koeswara (@fabiocarlsen08) atas kontribusinya dalam pembuatan video ini.
Gambar latar: "Pandangan pada gapura paduraksa dengan kusen berukir menuju ke kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede" oleh Bambang Aroengbinang
------ Untuk kronologi sejarah Kesultanan Mataram, silahkan download PDF ini: drive.google.com/file/d/13dj5eLoJs6OZ7fzQ1WeemkhLVJ7__p5r/view?usp=drivesdkSejarah Kesultanan Aceh DarussalamLazardi Wong Jogja2020-03-28 | Pemetaan sejarah Kesultanan Aceh Darussalam (1480-1903). Dari masa awal berdirinya pada abad ke-15 sebagai penyatuan dari dua kerajaan yang saling bermusuhan (Darul Kamal dan Meukuta Alam), masa ekspansi, permusuhan dengan Portugis, dan aliansi dengan Turki Utsmani pada abad ke-16, puncak kejayaan di bawah Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17, hingga masa perang melawan Belanda pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20...
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Ammarrifki Alfadzri (@hujantanpaair) dan Amrullah (@amrullah.official) atas kontribusinya dalam pembuatan video ini.
Musik: - "Bungong Jeumpa" ~ MEUTUAH MUSIC / #meutuahmusic (youtu.be/6JopJi90LnY)
Gambar latar: "Sisi depan Masjid Raya Baiturrahman Aceh" oleh Obay Minoral/GenPI
------ Untuk kronologi sejarah Kesultanan Aceh, silahkan download PDF ini: drive.google.com/file/d/1gejIXf0RmQ2OW87KTifYNcgW5Qfq4Tf2/view?usp=drivesdkSejarah Kerajaan Singapura / TemasekLazardi Wong Jogja2019-12-27 | Perjalanan sejarah Kerajaan Singapura (Temasek/Tumasik) setiap tahun. Sebuah negeri yang konon didirikan oleh seorang bangsawan keturunan Sriwijaya dari Bintan. Kerajaan ini menjadi pengendali Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, sebelum meredup dan runtuh akibat diperebutkan oleh dua kekuatan besar, Ayutthaya dari utara dan Majapahit dari selatan...
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
- Ahmad, A. Samad. (1979). Sulalatus Salatin: Sejarah Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. - Cortesao, Armando. (2016). Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina & Buku Francisco Rodrigues. Yogyakarta: Ombak. - Hill, A. H. (1960). Hikayat Raja-Raja Pasai. Journal of the Malayan Branch of the Royal Asiatic Society. 33 (2): 101-107. - Miksic, John N. (2013). Singapore and the Silk Road of the Sea, 1300-1800. Singapore: NUS Press. - Munoz, Paul Michel. (2013). Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia. Yogyakarta: Media Abadi.Sejarah Kesultanan BanjarLazardi Wong Jogja2019-12-13 | Perjalanan sejarah kesultanan Banjar setiap tahun (1520-1905). Dari zaman kebesarannya sebagai sebuah mandala Islam yang menguasai sebagian besar Kalimantan selama hampir 300 tahun, kemundurannya pada abad ke-19 sebagai bawahan Hindia Belanda, hingga tahun-tahun terakhirnya sebagai Pegustian yang merdeka dan berdaulat, yang berhasil bertahan sampai 40 tahun sebelum lahirnya Indonesia...
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Musik: - "Ampar-Ampar Pisang" ~ Addie MS & Twilite Orchestra
------
Daftar Pustaka:
- Noor, Yusliani. (2016). Islamisasi Banjarmasin Abad ke-15 sampai ke-19. Yogyakarta: Ombak. - Norpikriadi. (2014). Perjalanan Kesultanan Banjar: Dari Legitimasi Politik ke Identitas Kultural. Naditira Widya. 8(2): 77-94. - Ras, Johannes Jacobus. (1990). Hikayat Banjar (terjemahan Siti Hawa Salleh). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. - Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto. (1993). Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Balai Pustaka. - Suwondo, Bambang, dkk. (1978). Sejarah Daerah Kalimantan Selatan. Jakarta: Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. - _____________________. (1978). Sejarah Daerah Kalimantan Tengah. Jakarta: Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Sejarah Kesultanan BantenLazardi Wong Jogja2019-04-22 | Perjalanan sejarah kesultanan Banten setiap tahun (1526-1813). Dari masa awalnya di bawah kuasa Syarif Hidayatullah dari Cirebon, pendirian dan ekspansi awal di bawah Maulana Hasanuddin, masa kejayaan di bawah Sultan Abdul Fattah (Ageng Tirtayasa), kemunduran sebagai vasal VOC Belanda, hingga dianeksasi oleh Kekaisaran Inggris dalam Perang Napoleon...
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Musik: - "Bandrong ing Cilegon" ~ Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Cilegon (youtu.be/gywyPu32Lcw)
------
Daftar Pustaka: - Cortesao, Armando. (2016). Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina & Buku Francisco Rodrigues. Yogyakarta: Ombak. - Daliman, A. (2012). Islamisasi dan Perkembangan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Yogyakarta: Ombak. - Djajadiningrat, Hoesein. 1983. Tinjauan Kritis Tentang Sajarah Banten. Jakarta: Djambatan. - Guillot, Claude, dkk. (1996). Banten Sebelum Zaman Islam: Kajian Arkeologi di Banten Girang (932? - 1526). Jakarta: Bentang. - Hatmadji, Tri. (2007). Ragam Pusaka Budaya Banten. Serang: Direktorat Jenderal Kebudayaan. - Pudjiastuti, Titik. (2007). Perang, Dagang, Persahabatan: Surat-Surat Sultan Banten. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. - Purwadi dan Maharsi. (2005). Babad Demak: Sejarah Perkembangan Islam Di Tanah Jawa. Yogyakarta: Tunas Harapan. - Rahardjo, Supratikno dkk. (2011). Kota Banten Lama: Mengelola Warisan untuk Masa Depan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. - Soeroto. (1965). Indonesia di Tengah-tengah Dunia dari Abad ke Abad Jilid 1. Jakarta: Djambatan. - Sujitno, Sutedjo. (2011). Lagenda Dalam Sejarah Bangka. Jakarta: Cempaka Publishing. - Suwondo, Bambang dkk. (1981). Sejarah Daerah Lampung. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. - Wijayati, Mufliha. (2011). Jejak Kesultanan Banten di Lampung Abad XVII (Analisis Prasasti Dalung Bojong). Analisis. XI (2): 383-420.Sejarah Kerajaan Kalinyamat / JeparaLazardi Wong Jogja2019-02-01 | Perjalanan sejarah Kerajaan Kalinyamat yang berpusat di Jepara. Dari masa awalnya sebagai bawahan Demak, kedatangan Pangeran Hadlirin dari Pasai, masa pemerintahan Ratu Kalinyamat yang gemar memerangi orang Portugis, ekspansi di bawah Arya Jepara, hingga akhirnya runtuh oleh serangan Mataram.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Musik: - "Welcome to the Deaf Restaurant" ~ Raden Agung
------
Daftar Pustaka: - Adji, Krisna Bayu dan Sri Wintala Achmad. 2018. Perempuan-Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa. Yogyakarta: Araska Publisher. - Cortesao, Armando. 2016. Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina & Buku Francisco Rodrigues. Yogyakarta: Penerbit Ombak. - Kartodirdjo, Sartono. 2014. Pengantar Sejarah Indoneia Baru: 1500-1900, Dari Emporium Sampai Imperium Jilid 1. Yogyakarta: Penerbit Ombak. - Purwadi dan Maharsi. 2005. Babad Demak: Sejarah Perkembangan Islam Di Tanah Jawa. Yogyakarta: Tunas Harapan. - Ricklefs, M. C. 2001. A History of Modern Indonesia Since c. 1200. Hampshire: Palgrave. - Saunders, Graham. 2002. A History of Brunei. New York: Routledge. - Soeroto. 1965. Indonesia di Tengah-Tengah Dunia dari Abad ke Abad Jilid 1. Jakarta: Penerbit Djambatan.Sejarah Brunei DarussalamLazardi Wong Jogja2019-01-19 | Perjalanan sejarah Negara Brunei Darussalam (518-2019). Dari kemungkinan catatan tertuanya pada abad ke-6, naik tahtanya Awang Alak Betatar, masa kejayaan di bawah Sultan Bolkiah, perang saudara, kedatangan James Brooke, masa protektorat Inggris, hingga kembali merdeka dan menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Musik: - "Adai - Adai" ~ Lagu Tradisional Brunei, instrumental aransemen Siegmund Andraschek (youtu.be/LYsLVeXncFY) - "Allah Peliharakan Sultan" ~ Lagu Nasional Brunei, instrumental (youtu.be/Ul-0tgL1XZ4)
------
Daftar Pustaka: - Ang, Josiah C. "Historical Timeline of the Royal Sultanate of Sulu Including Related Events of Neighboring Peoples". SEAsite, http://www.seasite.niu.edu/tagalog/modules/modules/muslimmindanao/historical_timeline_of_the_royal.htm - Buyers, Christopher. Brief History and Genealogy of Brunei. The Royal Ark, royalark.net/Brunei/brunei.htm - Carating, Rodelio B., Clarita D. Bacatio, Raymundo G. Galanta. 2014. The Soils of the Philippines. Dordrecht: Springer Netherlands. - Domingo M. Non. 1993. Moro Piracy during the Spanish Period and Its Impact. Southeast Asian Studies. 30(4): 401-419. - Haji Abdul Karim bin Haji Abdul Rahman. 2016. Sejarah Pengasasan dan Asal Usul Kerajaan Brunei Berdasarkan Sumber Lisan [tesis]. Kuala Lumpur (MY): Universiti Malaya. - Groeneveldt, W.P. 2018. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Depok: Komunitas Bambu. - Jabatan Perkembangan Kurikulum, Kementerian Pendidikan, Negara Brunei Darussalam dan Pejabat Sekretariat Majlis Tertinggi Melayu Islam Beraja. 2015. Sejarah Sultan-Sultan Brunei. Bandar Seri Begawan: Jabatan Perkembangan Kurikulum, Kementerian Pendidikan (BN). - Learn Melanau. "The Fall of Melanau Kingdom and the expansion of Brunei empire". Melanau, http://learnmelanau.nativeglot.com/2012/10/the-fall-of-melanau-kingdom-and.html - Ooi Keat Gin. 2016. Brunei - History, Islam, Society and Contemporary Issues. New York: Routledge. - Pigafetta, Antonio. 2007. The First Voyage Around the World, 1519-1522: An Account of Magellan's Expedition. Toronto: University of Toronto Press. - "Pre-colonial Manila". Presidential Museum and Library (PH), http://malacanang.gov.ph/75832-pre-colonial-manila/ - Pusat Sejarah Brunei, http://www.pusat-sejarah.gov.bn/Themed/sultanbrunei.htm - Saunders, Graham. 2002. A History of Brunei. New York: Routledge. - Violeta B. Lopez. 1974. Culture Contact and Ethnogenesis in Mindoro up to the End of the Spanish Rule. Asian Studies. XIII (1): 1-38.Sejarah Kerajaan SinghasariLazardi Wong Jogja2018-11-23 | Perjalanan sejarah Kerajaan Singhasari setiap tahun (1205-1292). Dari berkuasanya Ken Angrok sebagai akuwu Tumapel, terbaginya kembali Jawa menjadi dua kerajaan pada masa kekuasaan Anusapati, penyatuan kembali oleh Wisnuwardhana, hingga masa ekspansi yang singkat di bawah Kertanegara.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Musik: - Indonesia Theme - Industrial (Civilization 6 OST) | Rejang Dewa; Bapang Selisir (youtu.be/WPPMlq88dqg)Sejarah Kesultanan TernateLazardi Wong Jogja2018-07-27 | Perjalanan sejarah Kesultanan Ternate setiap tahun (1257-2018). Dari zaman para kolano, masa ekspansi dan rivalitas dengan Tidore, masa penjajahan bangsa Eropa, hingga melebur ke dalam Republik Indonesia.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
1257 - Kerajaan Gapi berdiri di Pulau Ternate, sebagai hasil musyawarah dari tiga komunitas asal Halmahera yang menetap di pulau tersebut sejak 1250, yakni Tobona, Foramadiahi, dan Sampala. Masing-masing komunitas dipimpin oleh seorang Momole (penguasa), yakni Momole Guna dari Tobona, Momole Molematiti dari Foramadiahi, dan Momole Ciko dari Sampala. Hasil musyawarah memutuskan bahwa ketiga komunitas harus bersatu menjadi sebuah negara, dan menetapkan Momole Ciko sebagai pemimpin pertamanya. Ciko pun dilantik sebagai Kolano (Raja) Gapi pertama, dengan gelar 'Baab Mashur Malamo'. Karena ia juga merupakan penguasa Sampala, maka ibukota pertama Kerajaan Ternate pun berada di kota Toboleu (Sampalu) yang merupakan pusat pemerintahan Sampala. 1267 - Kolano Mashur Malamo mendirikan sebuah kota baru dengan nama Gamlamo (kemudian lebih dikenal dengan nama Ternate), yang terletak di selatan Toboleu. Ia kemudian menjadikan kota tersebut sebagai ibukota baru Kerajaan Gapi menggantikan Toboleu. 1277 - Kolano Mashur Malamo wafat. Kaicil (Pangeran) Poit/Yamin dilantik sebagai penguasa Gapi kedua menggantikannya, naik tahta dengan gelar 'Yamin Kadrat'. 1284 - Kaicil Kamalu dilantik sebagai Kolano Ternate ke-3 menggantikan Kolano Yamin Qadrat, dinobatkan dengan gelar 'Siale'. 1294 - Ternate memulai penyerangan terhadap Jailolo dengan menduduki beberapa desa di pesisir Sidangoli dan Dodinga, Halmahera Barat. 1298 - Kaicil Bakuku naik tahta menggantikan Kolano Siale, dinobatkan dengan gelar 'Kalabatta'. 1304 - Ngara Malamo naik tahta dengan gelar 'Komala'. Ia memimpin penyerangan terhadap Batucina di Jailolo. 1305 - Gapi mengakhiri perang dengan Jailolo. Batucina, Sidangoli, dan Dodinga dianeksasi oleh Gapi. 1317 - Patsyaranga Malamo naik tahta. 1322 - Sida Arif Malamo naik tahta. Pada masa pemerintahannya, pedagang-pedagang mancanegara (Cina, Arab, Gujarat) dan Nusantara (Jawa, Makassar, Melayu) mulai berdatangan ke Maluku dan mendirikan pos-pos dagang di Ternate, Tidore, dan Makian. Sida Arif Malamo memanfaatkan hal ini untuk memajukan Kerajaan Gapi. Ia 'membuka' pelabuhan-pelabuhan di Gapi dan sukses menjadikan negerinya sebagai bandar perdagangan utama di Maluku. Gamlamo alias Ternate muncul sebagai kota pelabuhan terkaya, dimana para saudagar memanggilnya sebagai Ternate. Karena hal ini, Sida Arif Malamo pun mengganti nama negaranya dari Gapi menjadi Ternate. Ternate pun mulai mengalami peningkatan kemakmuran dengan sangat cepat. Kemudian, untuk mencegah kecemburuan dan konflik, Sida Arif Malamo mengajak para raja Maluku Utara untuk mengadakan pertemuan di Pulau Moti, dalam rangka membentuk sebuah persekutuan bersama yang diharapkan mampu mendatangkan manfaat bagi seluruh negeri di Maluku Utara. Maka, Ternate, bersama Tidore, Bacan, dan Jailolo pun bersatu dalam sebuah organisasi kenegaraan bernama 'Moloku Kie Raha', atau 'Persaudaraan Empat Penguasa Gunung'. Kemungkinan sejak tahun ini, Ternate telah menguasai Pulau Hiri. 1331 - Kolano Paji Malamo (A'ali) naik tahta. 1332 - Kolano Syah Alam naik tahta. 1343 - Tulu Malamo naik tahta. Persekutuan Moloku Kie Raha berakhir. Tulu Malamo yang ekspansif menyerang Jailolo dan Tidore sekaligus. Pasukan Ternate berhasil menduduki kota Jailolo serta merebut pulau Moti dan Makian dari Tidore. Penyerangan ini pun otomatis menandakan berakhirnya Persekutuan Moloku Kie Raha yang telah berusia 21 tahun. Dengan kata lain, Kerajaan Ternate menjadi pihak yang memulai sekaligus mengakhiri organisasi tersebut. Akibatnya, keempat kerajaan di Maluku Utara pun kembali berkonflik dan bersitegang. 1347 - Kaicil Kie Mabiji naik tahta dengan gelar 'Boheyat' (Abu Hayat I). Ternate dan Jailolo kemungkinan telah kembali berdamai. Kota Jailolo diserahkan kembali kepada Kerajaan Jailolo. 1350 - Ngolo Macahaya (Cahaya Laut) naik tahta. Ia memimpin penyerangan terhadap Kerajaan Sanana yang menguasai Kepulauan Sula, dan berhasil menaklukkannya. 1357 - Kolano Momole naik tahta. Sanana kemungkinan telah lepas kembali menjadi negara merdeka. 1359 - Gapi Malamo naik tahta. Ternate kembali menyerang Jailolo, namun dapat dipukul mundur.
Musik: - Musik pengiring Tari Ronggeng Gala Ternate (youtu.be/WGq8PCAoAbc)Sejarah Nusantara - Tiap 50 Tahun (100 - 2000 Masehi)Lazardi Wong Jogja2018-06-02 | Perjalanan sejarah Nusantara setiap 50 tahun sekali, dari tahun 100 sampai 2000 Masehi. Semoga bermanfaat! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Musik: - "Gerak Bayangan" ~ Hashim Suhaimi dan Bob Koosmangat [youtu.be/y2rL6ClqzEk]The History of the Malay Peninsula (40.000 BCE - 2018 CE)Lazardi Wong Jogja2018-04-25 | The timeline of the known history of the Malay Peninsula (40.000 BCE - 2018 CE). From the arrival of the first modern humans, spread of cultures, emergence of Hindu-Buddhist city-states, the era of Srivijaya Empire, rise of Islamic sultanates, European colonialism, up until modern day states in 2018. Enjoy!
And please note that this video is not perfect. Some inaccuracies may still persist.
----
Music: - 'Tabuh Wayang Kulit' ~ Kelantanese Malay Traditional Serunai Music (youtu.be/mJwjslw4NGw) - 'Kump Warisan Pokok Tai' ~ Kedahan Malay Traditional Gendang Silat Music (youtu.be/UWoRbK3-Eew) - 'Zapin Hari Ribut' ~ Johorean Malay Traditional Zapin Music (youtu.be/N_gkbIWzJoM)The History of the Malacca SultanateLazardi Wong Jogja2018-03-17 | The historical journey of the Sultanate of Malacca every year (1402-1528). From its foundation as a small Hindu settlement in southern Malay Peninsula, its golden age as a powerful Islamic sultanate in late 15th century, until its decline and fall by the Portuguese in early 16th century.
Music: - 'Zapin Ghalit' ~ Kedahan Malay Music by litmibimi (youtu.be/QJIcXkGE7rE)Sejarah Kesultanan DemakLazardi Wong Jogja2018-03-10 | Perjalanan sejarah Kesultanan Demak setiap tahun (1475-1554). Dari awal berdirinya sebagai kadipaten bawahan Majapahit, masa kebangkitannya yang singkat sebagai kesultanan maritim terkuat di Nusantara, hingga keruntuhannya akibat perebutan tahta di akhir abad ke-16.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
------
Musik: - 'Lir Ilir' (ciptaan Sunan Kalijaga / Raden Mas Said): youtu.be/yYWGYxl_dRQSejarah Kemaharajaan Majapahit (1293-1527)Lazardi Wong Jogja2018-02-25 | Perjalanan sejarah Kemaharajaan Majapahit setiap tahun (1293-1527). Dari awal berdirinya pasca invasi bangsa Mongol, masa kebangkitannya yang singkat sebagai penguasa lautan Nusantara, hingga keruntuhannya di awal abad ke-16.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
------
Kronologi peristiwa:
Masa Pemerintahan Raden WIjaya / Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309):
1293 - Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit, setelah berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri (Daha) pimpinan Jayakatwang melalui bantuan pasukan Mongol-Cina dari Kekaisaran Yuan yang datang untuk menghukum Raja Jawa sebelumnya, Kertanegara, penguasa terakhir Singhasari. Melalui suatu siasat licik, Wijaya dan pengikutnya kemudian balik menyerang pasukan Yuan yang berkemah di Ujunggaluh (Surabaya) dan sukses mengusir mereka dari Pulau Jawa. Wijaya naik tahta dengan gelar 'Kertarajasa Jayawardhana Anantawikramottunggadewa'. Ia melantik sahabatnya, Nambi sebagai 'Mahapatih Amangkubhumi' (Perdana Menteri). Sebagai penguasa Jawa yang baru, Wijaya mewarisi wilayah kekuasaan pendahulunya (Kerajaan Singhasari), termasuk beberapa vasal (negara bawahan) di Sumatra (Dharmasraya, Kampar), Kalimantan (Tanjungpura, Kendawangan, Kotawaringin, Sampit), dan Sulawesi (Banggai). Sementara itu, kekuasaan Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa sendiri dibagi menjadi 23 wilayah kadipaten (Mancanegara): Paguhan, Kembang Jenar, Kalinggapura, Mataram, Pajang, Pandansalas, Lasem, Jagaraga, Wengker, Kertabhumi, Matahun, Kabalan, Tuban, Kahuripan, Trowulan, Daha, Keling, Lodaya, Singhapura, Tumapel, Pamotan, Pakembangan, dan Lumajang. Kecuali Trowulan yang diperintah langsung oleh Maharaja, semua daerah ini masing-masing diperintah oleh seorang Bhre (Adipati). 1294 - Penyerangan ke Sambas. Mustika Bintang, sebuah meteor bercahaya seukuran buah kelapa jatuh di Kerajaan Sambas di Kalimantan Barat. Benda ini dianggap sebagai benda keramat yang dipercaya membawa banyak keberuntungan. Meteor ini pun disimpan oleh Raden Janur, penguasa Sambas. Mendengar hal itu, Wijaya mengirimkan pasukan ke Sambas untuk meminta benda tersebut. Sambas tak bersedia menyerahkannya, sehingga pecahlah pertempuran, yang dimenangkan pihak Majapahit. Raden Janur melarikan diri ke hutan sambil membawa Mustika Bintang dan tak diketahui lagi nasibnya. Sambas yang kehilangan Raja pun otomatis jatuh ke dalam kekuasaan Majapahit. Sejak tahun ini pulalah, dimulainya pemerintahan orang Jawa terhadap Kerajaan Sambas, yang akan berlangsung hingga tahun 1631. Prasasti Kudadu. Inskripsi yang dibuat oleh Wijaya kepada seorang kepala desa bernama Rama Kudadu yang telah membantu menyelamatkannya dari kejaran pasukan Kediri. 1295 - Pemberontakan Ranggalawe. Bhre Tuban, Ranggalawe, dituduh berkhianat oleh Wijaya akibat hasutan Halayudha, seorang licik yang berambisi menjadi Mahapatih Majapahit. Ia tewas dibunuh oleh Kebo Anabrang (Adwayawarman?), Laksamana Angkatan Laut Singhasari yang mengabdi pada Majapahit. Sang Laksamana kemudian ganti dibunuh oleh Lembu Sora, Bhre Daha dan paman Ranggalawe. Ayah Ranggalawe, Arya Wiraraja marah dan meminta Wijaya menagih janjinya, yakni membagi Jawa menjadi dua negara: Majapahit di barat dan Lumajang di timur. Daerah Lumajang pun merdeka dari Majapahit, dengan Wiraraja sendiri sebagai penguasa kerajaan baru yang juga dikenal dengan nama 'Lamajang Tigang Juru' tersebut. 1296 - Prasasti Sukamerta. Inskripsi oleh Wijaya tentang empat orang putri Kertanegara yang menjadi istri-istrinya, yakni Parameswari Tribhuwaneswari, Mahadewi Narendraduhita, Jayendradewi Prajnaparamita, dan Gayatri Rajapatni. 1298 - Raja Kecik Mambang mendirikan Kerajaan Keritang di Indragiri, Riau sebagai bawahan Majapahit. 1300 - Pemberontakan Sora. Masih karena tipu muslihat Halayudha, kali ini giliran Lembu Sora yang dituduh berkhianat. Ia tewas dibunuh oleh Mahapatih Nambi, kawan seperjuangannya sendiri. Kerajaan Tumasik (Singapura) pimpinan Sang Nila Utama diperkirakan merebut seluruh kekuasaan dan vasal Majapahit di Kalimantan (Borneo). 1301 - Kerajaan Aru Barumun dari Simalungun (Sumatra Utara) menyerang Kampar dan berhasil merebutnya dari Majapahit.
Musik: - 'Gending Majapahit' (oleh Raden Agung Hermawan Fitrianto): youtu.be/xxLEFcAzDTg
Gambar ilustrasi: - 'Kejayaan Majapahit' oleh Istigno Kartodidjojo (gambar pembuka) - Ilustrasi para raja oleh Wacana Nusantara (http://www.wacana.co)Sejarah Sangihe-Talaud dan Sitaro (1295-2018)Lazardi Wong Jogja2018-02-01 | Sejarah Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro (Siau-Tagulandang-Biaro), gugus kepulauan yang terletak di antara Indonesia dan Filipina, yang kini merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Utara, dari tahun 1295 sampai 2018! Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Musik: Liu Walane Wulurang ~ oleh Qhimbutczek Phantanovzky (youtu.be/gzih81T5Omg)[BELUM AKURAT] Sejarah Kemaharajaan Sriwijaya (650-1088)Lazardi Wong Jogja2017-09-08 | DISCLAIMER (2023): Video ini belum akurat, dan rencananya akan direvisi menjadi sebuah video baru.
Perjalanan sejarah Kemaharajaan Sriwijaya setiap tahun (650-1088). Dari perkiraan awal kemunculannya di Sumatra Selatan, kebangkitannya sebagai penguasa lautan Asia Tenggara, hingga terpecahnya imperium ini di penghujung abad ke-11.
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
Abad ke-7: 650 M - Dapunta Hyang (Sri Jayanasa/Jayanaga) kemungkinan mendirikan kedatuan Sriwijaya pada tahun ini. Cikal-bakalnya diperkirakan berada di Sumatra Selatan, antara kawasan Komering, Pasemah, Pagaralam, atau Musi (?). 669 M - Sri Jayanasa menikah dengan Dewi Sobakancana, putri dari Maharaja Linggawarman, penguasa terakhir kerajaan Tarumanagara di Jawa Barat (Tatar Sunda). Tak lama kemudian, sang Maharaja wafat dan negaranya terpecah menjadi dua, kerajaan Sunda dan Galuh. Sumber sejarah Sunda menyebutkan kedatuan Sriwijaya dengan nama 'Suwarnadwipa'. 670 M - Sriwijaya berevolusi menjadi Kemaharajaan. Sri Jayanasa mengirimkan utusan pertamanya ke Kekaisaran Cina (Dinasti Tang), dimana pihak Cina memanggil Sriwijaya dengan julukan 'Sanfotsi'. Kemungkinan di tahun ini wilayah Sriwijaya telah mencapai pesisir Minangkabau (Minanga?), hingga masuk ke kawasan Muara Takus di Kampar. 671 M - Kunjungan biksu I-Tsing dari Cina ke Sumatra dan menetap di kota Foshih (Musi?), ibukota Sriwijaya selama enam bulan. Sebelumnya, ia telah terlebih dahulu mengunjungi negeri-negeri pesisir lain di Semenanjung Malaya dan Jawa, seperti Kelantan dan Kalingga. Dari Sriwijaya, ia melanjutkan perjalanannya ke kerajaan Malayu (Jambi) dan Kataha (Kedah), sebelum melanjutkan perjalanannya ke Nagapattinam di India untuk mempelajari agama Buddha. I-Tsing menyebut Sriwijaya dengan nama 'Shihlifoshih'. 682 M - Maharaja Jayanasa memindahkan pusat pemerintahan Sriwijaya ke kota Palembang. Bersama dengan dua orang panglima militernya, Tandrun Luah dan Kandra Kayet, sang Maharaja kemudian memulai ekspansi wilayah terhadap negeri-negeri di sekitarnya. 683 M - Prasasti Kedukan Bukit. Inskripsi yang dibuat oleh Maharaja Jayanasa tentang peristiwa setahun sebelumnya. Armada Sriwijaya, yang kemungkinan besar terdiri dari kaum pelaut dari suku Bugis dan Orang Laut, menaklukkan kerajaan Malayu. 684 M - Prasasti Talang Tuo. Pembangunan Taman Sriksetra. Sriwijaya menundukkan kerajaan Tulangbawang dan Skala Brak di Lampung. 685 M - Pemberontakan Kandra Kayet di Palembang. Berhasil ditumpas oleh Maharaja Jayanasa, namun sebelumnya Kandra Kayet telah berhasil membunuh Tandrun Luah. Sang Maharaja pun harus rela kehilangan dua orang panglimanya sekaligus. Biksu I-Tsing yang telah menyelesaikan studinya dari India singgah kembali di Sumatra, mendapati bahwa sebagian besar pulau tersebut telah takluk di bawah hegemoni Sriwijaya. Ia singgah di Sriwijaya selama 4 tahun. 686 M - Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya menaklukkan Bangka-Belitung dan pesisir utara kerajaan Sunda. 688 M - Prasasti Karang Brahi. Sriwijaya menggempur negeri-negeri Sigindo di pedalaman Bukit Barisan di Alam Kerinci yang kaya emas. Pasukan Sriwijaya berhasil menaklukkan sebagian besar negeri itu, kecuali di kawasan Telaga Darah di Kerinci Tinggi. Seluruh prajurit Sriwijaya yang menggempurnya dikalahkan dan dimusnahkan oleh laskar rakyat pimpinan negeri Sigindo Sigarinting. 689-690 M - Sriwijaya melanjutkan ekspansinya ke seantero Tanah Melayu, Beberapa negeri di Sumatra seperti Minangkabau, Riau, Mandailing, Barus, dan Panai berturut-turut ditaklukkan. Armada Sriwijaya kemudian naik ke Semenanjung Malaya, menundukkan Gelanggi, Johor, Muar, Kelang, Pahang, dan Perak (Gangga Negara). 692 M - Maharaja Jayanasa diperkirakan wafat pada tahun ini. Sri Lokitawarman (Sri Dhiraja/Dharmaputra?) naik tahta sebagai Maharaja Sriwijaya menggantikannya. 700 M - Sriwijaya menaklukkan pesisir barat Kalimantan, mendirikan kerajaan Tanjungpura (Sukadana) dan Wijayapura (Sambas) sebagai koloninya di pulau tersebut.
Gambar pembuka: - 'Borobudur Sunrise Tour' (oleh Bold Travel)Sejarah Kalimantan / Borneo (45.000 SM - 2017 M)Lazardi Wong Jogja2017-07-21 | Peta Sejarah Kalimantan / Borneo dari tahun 45.000 Sebelum Masehi sampai 2017 Masehi. Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
Sebelum Masehi: 45000 SM - Gelombang populasi pertama manusia modern tiba di benua kuno Sunda. 40000 SM - Kebudayaan Niah muncul di Sarawak. 30000 SM - Kebudayaan Lahad Datu muncul di Sabah. 10000 SM - Kebudayaan Sangkulirang muncul di Kalimantan Timur. Zaman Es (Kala Pleistosen) berakhir. Zaman Modern (Kala Holosen) pun dimulai. Benua Sunda lenyap akibat kenaikan permukaan laut, dan berubah menjadi sebagian dari kepulauan yang kini dikenal sebagai Nusantara. 5000 SM - Kebudayaan Lahad Datu meluas ke Tawau di selatan. 4000 SM - Kebudayaan Barito muncul di sepanjang pesisir Teluk Sarunai purba di Kalimantan Selatan. 2500 SM - Ras Austronesia dari Formosa (Taiwan) tiba di Kalimantan. Kebudayaan Nanga Balang muncul di Kapuas Hulu. Kebudayaan maju di Sarawak meluas hingga ke Sambas. 242 SM - Peradaban Nan Sarunai muncul di Amuntai, didirikan oleh suku Dayak Maanyan.
Abad 4-5: 350 M - Peradaban Kutai muncul di Kalimantan Timur. Kudungga menjadi pemimpin pertama peradaban tersebut. 375 M - Kutai berevolusi menjadi kerajaan bernama Kutai Martadipura. Aswawarman naik tahta sebagai penguasanya. 400 M - Prasasti Yupa. Mulawarman naik tahta di Kutai menggantikan Aswawarman. Peradaban Sambas dan Sepauk muncul di Kalimantan Barat. 446 M - Mulawarman wafat. Selama menjadi Raja, ia melakukan perluasan wilayah hingga ke Kutai Timur. Wangsawarman naik tahta menjadi penguasa Kutai menggantikannya. 490 M - Beberapa komunitas masyarakat Dayak Maanyan dari Nan Sarunai bermigrasi ke pulau Madagaskar di tenggara Afrika, menjadi generasi manusia pertama yang menghuni pulau tersebut. 495 M - Wangsawarman wafat. Mahawijayawarman naik tahta menggantikannya. 500 M - Peradaban Santubong muncul di Sarawak.
Abad 6-7: 518 M - Peradaban Brunei kuno (Barunai/Po Ni) diperkirakan muncul, kemungkinan didirikan oleh suku Bisaya. Wilayahnya mencakup Brunei sekarang hingga kawasan persebaran suku Bisaya di sekitar Kinabalu. 520 M - Peradaban Tanjungpuri muncul di Tabalong, Kalimantan Selatan, didirikan oleh suku Dayak Meratus. 525 M - Nan Sarunai dan Tanjungpuri berkembang menjadi kerajaan, melalui bantuan para bangsawan perantau dari kerajaan Koying (Kerinci) dan Kandali (Kuntala) di Sumatra. 600 M - Nan Sarunai memperluas wilayah ke sepanjang pesisir tenggara Kalimantan, dari Tanjung Silat hingga Paser. Negeri ini lalu mulai memasuki masa kejayaannya. Raja Abang Bhindu mendirikan kerajaan Selimbau di Kapuas Hulu. Kebudayaan maju muncul di sepanjang pesisir Kalimantan Barat. 630 M - Brunei diperkirakan telah berevolusi menjadi kerajaan. Karena di tahun ini, negeri itu telah mengirim utusan pertamanya ke negeri Cina, yang saat itu sedang dalam masa pemerintahan Dinasti Tang. 656 M - Prasasti Batu Pahit di Kalimantan Barat, kemungkinan wilayah tersebut telah berkembang menjadi sebuah peradaban awal. Agama Buddha mulai menyebar ke seluruh Kalimantan. 678 M - Pembangunan Candi Laras di Nan Sarunai. 684 M - Prasasti Batung Batulis. 700 M - Imperium Sriwijaya dari Sumatra diperkirakan mendirikan kerajaan Tanjungpura dan Wijayapura sebagai koloninya di pulau Kalimantan. Kebudayaan maju diperkirakan telah eksis di seluruh Kalimantan.
Musik: - "Leleng Utan Along": youtu.be/eoVxNtYIl8I - "Kalimantan Tengah (Central Borneo)" oleh Bellacoustic: youtu.be/HdeH4m1q9kU[BELUM AKURAT] Sejarah Sumatra (75.000 SM - 2017 M)Lazardi Wong Jogja2017-04-14 | DISCLAIMER (2023): Video ini belum akurat, dan rencananya akan direvisi menjadi sebuah video baru.
Peta Sejarah Sumatra dari tahun 75.000 Sebelum Masehi sampai 2017 Masehi (+ Malaya pasca-Majapahit). Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! :)
Sebelum Masehi: 75000 SM - Erupsi Gunung Toba. Letusan dahsyat dari sebuah supervulkano yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu. Manusia itu sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi mereka dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar yang juga bernama sama. 25000 SM - Gelombang pertama manusia modern sampai di benua kuno Sunda. 22000 SM - Kebudayaan Padang Bindu muncul di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. 10000 SM - Zaman Es (Kala Pleistosen) berakhir. Zaman Modern (Kala Holosen) pun dimulai. Benua Sunda lenyap akibat kenaikan permukaan laut, dan berubah menjadi sebagian dari kepulauan yang kini dikenal sebagai Nusantara. 9000 SM - Kebudayaan Kerinci muncul di Jambi. 7000 SM - Kebudayaan maju muncul di sepanjang pantai timur Langsa-Langkat. 4000 SM - Tahap kedua kebudayaan Padang Bindu. 3500 SM - Kebudayaan maju diperkirakan muncul di Aceh. 3000 SM - Kebudayaan maju muncul di Barus dan Minangkabau, serta pulau Nias. 2500 SM - Kebudayaan maju muncul di Lampung. 2000 SM - Padang Bindu digantikan oleh kebudayaan Pasemah, yang kemudian menyebar ke Pagaralam, Lahat, dan Bengkulu. 1000 SM - Barus berkembang menjadi kota pelabuhan yang ramai. 900 SM - Luhak Nan Tigo berkembang menjadi kebudayaan Pariaman. 400 SM - Kebudayaan maju muncul di wilayah Lubuk Jambi (Kuantan Singingi-Indragiri-Tebo). 200 SM - Peradaban awal suku Tumi berkembang di Lampung. 100 SM* - Peradaban awal Bukit Bakar diperkirakan muncul di Kuantan Singingi. 1 SM* - Bukit Bakar diperkirakan berkembang menjadi kerajaan Kandis.
Abad 2: 150 M - Ptolemeus menyebutkan Barus sebagai sebuah pelabuhan dagang penting di Timur Jauh dalam salah satu karya tulisnya. Diperkirakan Barus telah berkembang menjadi sebuah peradaban maju. 200 M - Kerajaan Skala Brak Hindu berdiri di Lampung Barat. Kandis diperkirakan mengalami gejolak politik, menyebabkan beberapa wilayah melepaskan diri.
Abad 3: 206 M* - Kandis menaklukkan Koto Alang yang memberontak. Rajanya melarikan diri ke Pariaman, kemudian mengembangkan wilayah tersebut menjadi sebuah peradaban awal. 210 M* - Negeri Jambi Kuno diperkirakan muncul di pesisir Teluk Wen yang kini menjadi Muara Tebo. Negeri ini kemudian menjadikan Kandis sebagai bawahannya. 220 M - Kerajaan Koying berdiri di pedalaman Kerinci. 245 M - Kerajaan Tupo muncul menggantikan kedudukan Jambi Kuno. 280 M - Koying menaklukkan Tupo.
Abad 4: 340 M - Peradaban Tulang Bawang muncul di Lampung. 400 M - Teluk Wen diperkirakan lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Koying memindahkan pusat pelabuhan dagang ke Kuala Tungkal.
Abad 5: 441 M - Kerajaan Kandali (Kantoli) muncul di Kuala Tungkal sebagai bawahan Koying, diperkirakan didirikan oleh perantau dari Kuntala, India. 454 M - Kandali merdeka dari Koying. 499 M - Tulang Bawang berkembang menjadi kerajaan.
Abad 6: 512 M - Kerajaan Nagur muncul di Simalungun, didirikan oleh perantau dari Nagore, India. 540 M - Peradaban Kota Kapur berkembang di pesisir barat pulau Bangka. 563 M - Utusan terakhir Kandali ke negeri Cina.
Musik: - "Kuantan" oleh Melayu Riau - "Batanghari" oleh Addie MS & Twilite Orchestra (youtu.be/udMHLcM-m7U) - "Zapin Ghalit" oleh litmibimi (youtu.be/QJIcXkGE7rE)[BELUM AKURAT] Sejarah Jawa (10.000 SM - 2017 M)Lazardi Wong Jogja2017-02-17 | DISCLAIMER (2023): Video ini belum akurat, dan rencananya akan direvisi menjadi sebuah video baru.
Peta Sejarah Jawa dari tahun 10.000 Sebelum Masehi sampai 2017 Masehi. Selamat menikmati! :)
Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.
Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Trims! :)
Sebelum Masehi: 10000 SM - Kebudayaan Gunung Padang muncul di Cianjur. 9500 SM - Kebudayaan Goa Pawon muncul di Bandung. 7500 SM - Kebudayaan Pangguyangan muncul di Sukabumi. 4000 SM - Tahap kedua kebudayaan Gunung Padang. 3000 SM - Kebudayaan Cibedug muncul di Lebak. 2000 SM - Tahap ketiga kebudayaan Gunung Padang. 1000 SM - Kebudayaan Cipari muncul di Kuningan. 800 SM - Kebudayaan Pasir Angin muncul di Bogor. 500 SM - Cipari ditinggalkan. 400 SM - Gunung Padang ditinggalkan. Kebudayaan Buni muncul di Bekasi. Pasir Angin berkembang menjadi peradaban kuno Caringin Kurung.
Abad 1-2: 100 M - Buni berkembang menjadi peradaban Sagara Pasir. Peradaban kuno Teluk Lada muncul di Pandeglang. 130 M - Dewawarman, seorang perantau dari Pallawa mendirikan kerajaan Salakanagara di Teluk Lada. 132 M - Berita Cina menyebutkan tentang keberadaan Salakanagara. 150 M - Ptolemeus dari Yunani menyebutkan negeri Argyre dalam salah satu peta dunianya, yang kemungkinan merujuk pada Salakanagara. 300 M - Serangkaian peradaban awal tumbuh di timur Salakanagara.
Abad 4: 358 M - Jayasinghawarman dari Shalankayana mendirikan kerajaan Tarumanagara di Bekasi. 362 M - Salakanagara menjadi bawahan Tarumanagara. 363 M - Santanu dari Gangga mendirikan kerajaan Indraprahasta di Cirebon. 395 M - Purnawarman naik tahta menjadi raja Tarumanagara. 397 M - Ibukota Tarumanagara dipindahkan ke Sundapura. 399 M - Indraprahasta menjadi bawahan Tarumanagara.
Abad 5: 417 M - Prasasti Tugu. 434 M - Raja Purnawarman wafat. Wisnuwarman naik tahta menggantikan ayahnya. 437 M - Pemberontakan Cakrawarman. 456 M - Aji Saka, diperkirakan seorang perantau dari negeri Indo-Skithia (kerajaan Saka), tiba di Rembang dan mendirikan peradaban kuno Medang Kamulan. Ini menandai dimulainya peradaban di Bumi Jawa.
Abad 6: 528 M - Tarumanagara mengirimkan utusan pertamanya ke negeri Cina (Dinasti Sui). 535 M - Suryawarman menaiki tahta Tarumanagara. Ia meninggalkan Sundapura dan mendirikan ibukota baru di timur. Sundapura lalu berkembang menjadi kerajaan bawahan bernama Sunda Sembawa. 536 M - Manikmaya mendirikan kerajaan Kendan di Nagreg, tanah yang dihadiahkan oleh Maharaja Tarumanagara kepadanya.
Musik: - Civilization V OST by Geoff Knorr & Michael Curran - Udan Mas - Gajah Mada Peace Theme (youtu.be/ZUfPSIMWTn8) - Civilization V OST by Geoff Knorr & Michael Curran - Udan Mas - Gajah Mada War Theme (youtu.be/w2ejqyduBsI)