Portalkata Indonesia
Meditasi Ringkas Marcus Aurelius (Tongkat Mental)
updated
BOETHIUS Providensia, Takdir & Nasib merupakan judul untuk konten YouTube dari Buku IV Bagian V-VII The Consolation of Philosophy yang saya terjemahkan utuh.
BOETHIUS merampungkan penyusunan buku tersebut selagi menghuni penjara, menunggu eksekusi mati. Senator Romawi ini menuangkan pemikiran Teologis dan Filosofisnya dalam bentuk dialog antara seorang lelaki yang sedang dipenjara dengan kebingungan pikiran, dan Dewi Filosofia (Lady of Philosophy) yang ia jelmakan sebagai personifikasi atas pikiran-pikiran filosofis dirinya sendiri.
Perlu dicatat bahwa BOETHIUS menyusun buku ini di masa kekosongan wahyu (jauh pasca Nabi Isa (AS) diturunkan dan sebelum masa kenabian Muhammad Saw), tepatnya pada AD 524.
Beberapa ilmuwan menggolongkan pemikiran filosofis BOETHIUS sebagai Neoplatonis. Dan jika kita selami isi buku yang disusunnya ini sesederhana ingin menyampaikan tentang kecintaan BOETHIUS kepada Tuhan dan Takdir (Amor Fati).
Kredit gambar: Portalkata, Wikimedia, Wikipedia, Alamy, Diolah dari Internet
Selamat menikmati, jangan lupa berikan masukan lewat kolom Komentar.
Terima kasih
Siti Nur Aryani
Penerjemah
Timing:
1. Mengapa realitas nasib terbalik-balik 0:00
2. Apa landasan yang membedakan antara perbuatan Tuhan dan kebetulan yang tidak disengaja (acak) 1:56
3. Prinsip tatanan Tuhan menjadi landasan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak direncanakan Tuhan 2:30
4. Paparan filosofis Boethius (lewat personifikasi Dewi Filosofia) menyingkap sebab tersembunyi menyangkut Providensia (inayah al ilahiyah/penyelenggaraan/pemeliharaan Tuhan), jalan takdir, kebetulan acak, pengetahuan ilahiah, pradestinasi (qadha dan qadar), dan kebebasan kehendak 4:52
5. Lingkaran konsentris, nalar dan pemahaman, yang mewujud dan mengada, waktu dan keabadian, lingkaran yang bergerak dan titik diam di tengah-tengah 11:58
6. Pikiran yang sehat adalah kebaikan, pikiran yang sakit adalah kejahatan 17:04
7. Temukan dirimu dalam kesulitan 18:58
8. Hanya kuasa Tuhan yang dapat membuat orang jahat menjadi baik. Tidak ada kebetulan di alam Providensia 20:55
9. Hati-hati dalam mengikuti opini umum. Tidak ada Nasib buruk, semua nasib baik 29:39
10. Sikapi nasib dengan bertahan di jalan tengah, remehkan kebahagiaan, dan jangan terima imbalan atas setiap kerja keras 33:07
#howgodchangesyourbrain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotak #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahsujudotak #fitrahbersujudotak #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa
Salam hangat sahabat semua!
Bagaimana Mengubah Otak Anda ini adalah ringkasan dari buku How God Changes Your Brain karya Andrew Newberg, M.D. dan Mark Robert Waldman.
Dari 314 halaman tulisan aslinya, kali ini saya ringkas menjadi 6 lembar saja. Tentu ini belum mewakili versi detail dan lengkap. Jadi ini merupakan versi ringkas 1. Versi-versi ringkas lainnya akan menyusul, terlebih jika mendapat dukungan dari pemirsa. Silakan dukung saya dengan Subscribe dan memberikan komentar.
Judul Buku: How God Changes Your Brain
Penulis: Andrew Newberg, M.D dan Mark Robert Waldman
Dialihbahasa dan diringkas: Siti Nur Aryani
Processed Images dari berbagai sumber di Internet
Timing
Intro - 00:00
1. Pengantar penerjemah - 0:52
2. Bagaimana jika sulit menghadirkan Tuhan di keseharian? - 2:51
3. Tuhan mengubah otak Anda - 4:07
4. Pertanyaan besar otak - 5:23
5. Bagaimana mengubah diri menjadi lebih baik - 6:44
6. Mengapa kita yakin dengan apa yang kita yakini - 7:13
7. Di bagian mana spiritualitas kita terbentuk? - 9:29
8. Kemakrifatan, komunikasi, dan kreativitas menjadi lebih baik dengan amal laku rutin keagamaan - 10:16
9. Manusia cenderung berubah bila mau merenungkan nilai dan imannya - 12:32
10. Mengendalikan marah - 13:15
11. Bagaimana marah berdampak langsung pada kesehatan - 15:06
12. Tuhan dan sifat plastis saraf otak - 15:54
13. Apa itu Neuroplastisitas? - 16:41
14. Otak dipakai terus-menerus akan aus? - 16:56
15. Saraf otak kita tidak pernah berhenti bergerak - 18:16
16. Apa hubungan antara kelenturan saraf otak dan Tuhan? - 19:03
17. NEUROSAINS 101 - 19:46
#neuroscience #filosofi #andrewnewberg #neuroplasticity #sifat plastis saraf otak
#how god changes your brain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotak #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahsujudotak #fitrahbersujudotak #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa
Salam hangat teman-teman!
Sebelum menyimak Penghiburan Filosofi karya Boethius Buku IV Bagian IV ini, alangkah baiknya jika menyimak dulu video Boethius Buku I, terutama bagian pengantar.
Hal ini diperlukan agar dalam menyimak bahasan dalam video yang ini dan topik lain di video-video selanjutnya, kita memiliki gambaran mengenai cerita utuh Boethius.
Catatan: Dialog imajiner antara Boethius dan "Dewi Filosofia" 1500an tahun yang lalu tentang kebaikan dan kejahatan, ganjaran dan hukuman, kedaulatan Tuhan dan takdir, terasa tidak asing dengan pembahasan topik-topik tersebut yang kita dapatkan dari ilmuwan Islam maupun ilmuwan dari latar belakang agama-agama ibrahami lain yang kita kenal di zaman ini.
Kalau boleh saya meraba-raba, pemikiran-pemikiran filosofis Boethius ini bahkan terasa seperti memercikkan benih-benih cabang tasawuf dalam Islam.
Di luar itu, penyusunan pembahasan tentang kebaikan dan kejahatan serta ganjaran dan hukuman, yang lurus dari Boethius ini sungguh ironis, mengingat penyusunannya dilakukan Boethius tatkala berada di penjara dan di masa-masa menunggu hukuman mati oleh penguasa tiran Romawi masa itu, untuk kesalahan yang tidak diperbuat Boethius.
Title: Consolation of Philosophy
Author: Boethius
Old English translator: King Alfred
Modern English translator: H.R James
Indonesian translator: Siti Nur Aryani
Edisi sumber:
The Consolation of Philosophy - Bartleby
Edisi terjemahan:
aufklarung.wordpress.com/2022/10/24/orang-bijak-tidak-membenci
Sumber rujukan penerjemahan:
The Muses in the “Consolation” Responses from Late-Medieval Mythographers, 1150-1500
Wikipedia
An Ethics of/for the Future
Historyguide.org
www.neue-rosenkreuzer.de
Bioethics outlook - Plunkett Centre for Ethics Volume 20, No 1 2009
Timing:
1. Mengapa manusia berubah menjadi hewan? - 00:00
2. Anda menderita karena mewujudkan hasrat jahat - 00:28
3. Penderitaan akan lebih sengsara jika Anda memberi daya pada hasrat jahat - 00:55
4. Jangan terlalu serius dengan dunia - 01:41
5. Jika Anda sulit menerima suatu kesimpulan - 02:46
6. Orang jahat tidak akan bahagia jika tidak mendapat hukuman - 03:24
7. Mengapa orang baik bahagia, orang jahat sengsara - 04:00
8. Orang jahat akan semakin menderita jika bebas dari hukuman - 05:04
9. Pengadilan ilahiah kelak - 05:36
10. Semakin berhasrat jahat, semakin sengsara jiwa Anda - 06:05
11. Mengapa kebenaran sepi peminat - 06:56
12. Apa hasrat Anda? - 07:56
13. Ketika Anda menganggap diri manusia sempurna - 08:48
14. Argumen baik tidak serta merta diterima - 09:13
15. Mengapa pelaku kejahatan patut dibelas kasihi - 09:34
16. Standar Moral Tinggi - 10:36
17. Mengapa orang bijak tidak membenci - 12:04
18. Cintai yang baik, belas kasihi yang jahat (Puisi) - 12:51
#howgodchangesyourbrain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotakanda #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahotaksujud #fitrahotakbersujud #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa #empatperkarauntukdirenungkan #empatperkara
#howgodchangesyourbrain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotakanda #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahotaksujud #fitrahotakbersujud #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa
Salam hangat teman-teman!
Persona Sang Nabi merupakan konten YouTube yang saya susun dengan meringkas dan mengompilasi isi sebuah artikel yang berjudul “Profil Nabi Muhammad SAW”.
Demi menjaga pesan asli yang disampaikan dalam naskah aslinya, saya tidak menambah atau mengurangi isi artikel. Tetapi saya hanya melakukan refrasa pada susunan kalimat dan mengkategorisasi tema.
Artikel sumber: Profil Nabi Muhammad SAW
Penulis: DR KH Jalaluddin Rakhmat MSc
Link Referensi: www.jalanrahmat.id/post/profil-nabi-muhammad-saw
Judul konten YouTube: Persona Sang Nabi
Narator: Siti Nur Aryani
Timing:
Pengantar Narator - 0:00
Aura, Perawakan, dan Paras - 03:58
Cara Bicara - 07:20
Sikap Terhadap Dunia - 07:46
Berjiwa Adil - 08:00
Gestur dan Bahasa Tubuh - 08:22
Manajemen Waktu - 09:09
Sikap dan Perilaku Sosial - 10:19
Pembawaan Diri dan Budi Pekerti - 11:47
Cara Duduk dan Sikap Dalam Pertemuan - 13:33
Welas Asih dan Dermawan - 14:21
Pergaulan dengan Sahabat - 15:25
Stoic Empatis - 15:52
Sikap Diam - 17:43
#howgodchangesyourbrain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotakanda #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahotaksujud #fitrahotakbersujud #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa
Salam hangat teman-teman!
Wedhatama yang disusun Sri Mangkunagoro IV berisi ajaran-ajaran budi pekerti, yang awalnya beliau tujukan untuk pendidikan kepemimpinan putra-putri lingkungan keraton. Namun pada akhirnya juga terakses masyarakat luas di tanah Jawa.
Meski Sri Mangkunagoro IV adalah Raja Jawa yang menganut Islam, penyusunan ajaran budi pekerti ini—dalam bahasa saya sendiri— telah beliau lokalkan selokal lokalnya dengan bahasa kaum masyarakat yang dipimpinnya kala itu.
Tentu masyarakat luas kala itu jauh belum seluas sekarang dalam menuntut ajaran-ajaran Islam berbahasa Arab. Terutama kalangan masyarakat yang dilahirkan dari pendidikan pesantren.
Ajaran Wedhatama beliau susun dalam bentuk syair-syair yang ditembangkan dengan irama khas oleh sebagian besar masyarakat Jawa hingga saat ini. Sebagai ajaran pendidikan rasa, saya memuji kemembumian Sri Mangkunagoro IV yang mengemasnya dalam bentuk tembang.
Alhasil nyanyian berisi pesan dan nilai yang ditembangkan sehari-hari dan berulang biasanya memang efektif terutama bagi anak-anak Jawa dulu hingga kini.
Adapun buku yang saya bacakan ini merupakan tafsir Anand Krishna atas teks-teks Wedhatama. Saya tidak membaca secara utuh persis sesuai isi buku, tetapi saya memperingkasnya.
Anand menyusun tafsirnya atas Wedhatama berdasarkan pada pengalaman kondisi beliau yang mengalami sakit. Anand pernah di posisi takut mati. Itu sebab dalam prakata aslinya cukup banyak kata gelap dan kegelapan yang ia tafsir sesuai kondisi subjektif yang ia alami.
—-
Catatan tambahan:
Kalau filsafat awal Romawi banyak melahirkan buah nalar, maka filsafat Jawa, salah satunya dalam Serat Wedhatama mengajak orang menyelami Rasa.
Tidak perlu diperdebatkan mana yang harus didahulukan. Akal dulu atau hati dulu. Gelap dulu atau terang dulu. Bahkan kedalaman kajian soal akal dan hati, jejak-jejak terang bisa coba kita lihat dari para saleh baik kalangan filusuf maupun sufi klasik.
Meski saya bacakan Wedhatama tafsiran Anand Krishna, saya mencatat beberapa ketidaksamaan pendapat akan tafsirnya, yaitu soal beliau yang mempertanyakan lebih dulu mana antara gelap dan terang, soal ajakannya untuk tidak mendahulukan pengajaran dari asing, dan lainnya.
Setiap orang memiliki hak sepenuhnya untuk menafsir dan menuangkan apa pun di kolong langit ini sesuai latar subjektifnya.
Meski demikian saya sepakat perkataan Anand Khris, “ketika hendak mencari cahaya carilah di dalam diri bukan di luar.” Atau kalau saya boleh berkata, “menyelam di samudera diri untuk menemukan diri sejati.”
——
Dalam video ini saya sempat izin kepada pemirsa untuk tidak menembangkan syair pangkur dengan irama. Tetapi karena video terlanjur jadi, ya sudahlah ya. Syair-syair berikutnya bisa jadi tanpa irama. Saya yakin Sri Mangkunagoro IV dan lingkung keluarganya tentu tak keberatan dengan bagaimana bunyi yang keluar dari mulut saya. Toh Jawa tidak tunggal, demikian aksen bahasa setiap daerah di mana pun di Jawa.
Terima kasih atas perhatiannya. Selamat menikmati!
Judul Buku: Wedhatama Bagi Orang Modern oleh Anand Krishna
Pembaca: Siti Nur Aryani
Sumber referensi:
Wedhatama oleh Achmad Chodjim
Serat Wedhatama oleh DR Hj Koosinah Soerjono Sastrohadikoesoemo
Kredit foto:
Wikimedia Commons
Wikipedia
Strategiesmars.hatenablog.com
Timing:
Pengantar Narator - 0:08
Prakata Penulis Buku Diperingkas - 1:31
Bab I Persiapan - 4:58
Tembang 1 - 5:00
Untuk Apa Menulis? 6:56
1. Menulis untuk Profesi - 7:06
2. Penulis Sastrawan - 8:21
3. Menulis untuk Berbagi Rasa - 9:16
#howgodchangesyourbrain #bagaimanatuhanmengubahotakmu #bagaimanatuhanmengubahotakanda #neurosains #naturescience #ilmuhayat #fitrahotaksujud #fitrahotakbersujud #bagaimanamengubahdiri #bagaimanamengendalikanmarah #bagaimanamengendalikanemosi #meditasi #bagaimanamenjadidiriyanglebihbaik #stoikisme #stoik #stoa
Salam hangat teman-teman!
Sebelum menyimak Penghiburan Filosofi karya Boethius Buku IV Bagian III ini, alangkah baiknya jika menyimak dulu video Boethius Buku I, terutama bagian pengantar.
Hal ini diperlukan agar dalam menyimak bahasan dalam video yang ini dan topik lain di video-video selanjutnya, kita memiliki gambaran mengenai cerita utuh Boethius.
Catatan: Dialog imajiner antara Boethius dan "Dewi Filosofia" 1500an tahun lalu tentang kebaikan dan kejahatan, ganjaran dan hukuman, kedaulatan Tuhan dan takdir, terasa tidak asing dengan pembahasan topik-topik tersebut yang kita dapatkan dari ilmuwan Islam maupun ilmuwan dari latar belakang agama-agama ibrahami lain yang kita kenal di zaman ini. Kalau boleh saya meraba-raba, pemikiran-pemikiran filsafat Boethius ini bahkan terasa seperti memercikkan benih-benih cabang tasawuf dalam Islam.
Di luar itu, penyusunan pembahasan tentang kebaikan dan kejahatan serta ganjaran dan hukuman, yang lurus dari Boethius ini sungguh ironis, mengingat penyusunannya dilakukan Boethius tatkala berada di penjara dan di masa-masa menunggu hukuman mati oleh penguasa tiran Romawi masa itu, untuk kesalahan yang tidak diperbuat Boethius.
Title: Consolation of Philosophy
Author: Boethius
Old English translator: King Alfred
Modern English translator: H.R James
Indonesian translator: Siti Nur Aryani
Edisi sumber:
The Consolation of Philosophy - Bartleby
Edisi terjemahan:
aufklarung.wordpress.com/2022/10/05/boethius-nalar-kebaikan-dan-kejahatan-i
Sumber rujukan penerjemahan:
The Muses in the “Consolation” Responses from Late-Medieval Mythographers, 1150-1500
Wikipedia
An Ethics of/for the Future
Historyguide.org
www.neue-rosenkreuzer.de
Bioethics outlook - Plunkett Centre for Ethics Volume 20, No 1 2009
Timing:
Pengantar Penerjemah - 00:00
Buku IV, Bagian III - 06:30
Puisi - 13:24
#susuhanjeli
#susujali
#tantangan7harialasantri
#bertanam
#mengaji
#membaca
#menulis
#larva
#beanleafroller
#penggulungdaun
#capungpantala
#pantala
#pantalahymenaea
#artipasirimpun
#apasihpasirimpun
#Sekebalingbing
#Pasirimpun
#cimenyan
#burunghantudanbelalang
#dongenganak
#theowlandgrasshoper
#storytelling
#ceritaanak
#fabel
#ceritabinatang
#dongenganak
#semutdanbelalang
#theantandgrasshoper
#storytelling
#putrijeruk
#lemonadeprincess
#storyrelling
#dongenganak
#pejalandandompet
#pelancongdandompet
#thetravellersandthepurse
#storytelling


